ramadan 2026

PGRI Rembang Harapkan MBG Diawasi Ketat

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Feb 2026 11:20 0 34 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, memberikan dukungan penuh, sekaligus catatan strategis terhadap pelaksanaan program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai program inisiasi Presiden Prabowo Subianto, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata pada kualitas gizi anak sekolah di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Rembang.

​Isti Choma Wati menegaskan bahwa esensi utama dari program ini adalah perbaikan gizi secara menyeluruh.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk menjalankan tugas dan fungsinya (tupoksi) secara maksimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa.

​Dalam pernyataannya, Isti menyoroti pentingnya peran Satuan Tugas (Satgas) MBG yang melibatkan berbagai instansi.

Kolaborasi ini dianggap kunci karena mencakup berbagai aspek teknis dan pengawasan.

​”Harapan kami, sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo, bahwa ini untuk perbaikan gizi. Artinya, semua lini terkait harus betul-betul melaksanakan tupoksinya secara maksimal,” ujar Isti, Kamis (26/2/2026).

​Ia merinci bahwa di tingkat daerah, sinergi telah terbentuk dengan melibatkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora).

Yakni melalui penunjukan Person in Charge (PIC) khusus untuk memantau distribusi dan pelaksanaan di sekolah.

Selanjutnya, ​Dinas Kesehatan yang bertugas memantau keseimbangan gizi dan standar kesehatan makanan yang disajikan.

Serta, Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memastikan pasokan protein hewani berkualitas.

​Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Isti adalah mekanisme evaluasi.

BACA JUGA :  Rembang Lumpuh Diterjang Banjir Dahsyat, Warga Terjebak di Rumah

Berkaca pada pengalamannya saat menjabat sebagai PIC MBG di Dindikpora, ia menyarankan agar evaluasi dilakukan secara rutin dan tidak menunda jika ditemukan kendala di lapangan.

​”Jangan sekadar program yang dilaksanakan begitu saja, tetapi adakan evaluasi berkala. Kalau satu bulan dirasa kurang, ya per dua minggu, atau sesuai kebutuhan,” tegasnya.

​Isti juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus PGRI dan pihak sekolah untuk menyadari bahwa pemerintah sangat serius menggarap program ini.

Hal ini dilakukan demi menekan angka stunting dan meningkatkan kecerdasan generasi muda melalui asupan makanan yang sehat.

Menutup pernyataannya, Isti berharap agar pelaksanaan MBG di Rembang berjalan transparan dan minim kendala.

Ia menyinggung banyaknya pemberitaan yang beredar dan berharap dengan pengawasan ketat, segala kekurangan bisa segera diperbaiki.

​”Harapan kami, berita-berita (negatif) yang beredar hari ini makin lama makin berkurang dan akhirnya zero (nol). Biar anak-anak betul-betul menerima perbaikan gizi dari program unggulan pemerintah ini,” pungkasnya.

​Dengan pengawasan yang ketat dari Satgas dan komitmen dari para tenaga pendidik, Program Makan Bergizi Gratis di Rembang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam upaya mencetak generasi emas Indonesia.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini