HAPPY NEW YEAR

Petani Rembang Full Senyum, Panen Perdana MT I Tembus Rp7.100 Perkilo

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 16:50 0 195 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Angin segar berembus di lahan-lahan persawahan Kabupaten Rembang.

Musim Tanam I (MT I) awal tahun 2026 ini, membawa kabar gembira bagi para petani.

Tak hanya hasil panen yang melimpah, harga gabah di pasaran pun meroket melampaui standar pemerintah.

Hal ini menjadi kado manis bagi kesejahteraan petani lokal.

​Berdasarkan hasil ubinan (metode sampling panen) yang dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), angka produktivitas padi Rembang mencapai 5,8 ton per hektare.

​Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyatakan bahwa kondisi tanaman tahun ini tergolong sangat sehat.

Minimnya serangan hama, menjadi kunci utama bulir padi terisi dengan maksimal.

​“Kondisi tanaman relatif sehat dan pengisian bulir maksimal. Kualitas gabah yang dihasilkan tahun ini benar-benar optimal,” ujar Agus, Rabu (28/1/2026).

​Satu hal yang paling disyukuri petani adalah posisi tawar harga.

Saat ini, Gabah Kering Panen (GKP) menyentuh angka Rp7.100 per kilogram.

Angka ini cukup jauh melampaui Angka Pembelian Pemerintah (APP) yang dipatok sebesar Rp6.500 per kilogram.

​Selisih Rp600 per kilogram ini, menjadi keuntungan tambahan yang sangat berarti bagi para petani untuk modal musim tanam berikutnya.

​​Meski hasil melimpah dan harga tinggi, petani masih harus beradu cepat dengan cuaca.

Curah hujan yang tinggi, menjadi tantangan dalam proses pengeringan gabah.

Lantaran, pengeringan dengan metode konvensional (sinar matahari) menjadi terhambat, sehingga berdampak pada antrean di penggilingan.

Dengan adanya permasalahan tersebut, pemerintah mengusulkan pengadaan mesin pengering gabah (dryer) modern.

BACA JUGA :  Pengusaha Rosok Skala Besar Wajib Rutin Tera Timbangan

Namun, fasilitas dryer baru tersedia terbatas di beberapa titik, seperti Desa Karangsari.

​​Saat ini, mesin pemanen (combine harvester) baru mulai terlihat di beberapa titik.

Namun, Agus memastikan dalam waktu dekat, hamparan kuning padi akan siap dipanen secara serentak di seluruh kecamatan.

​“Ini baru permulaan. Dalam waktu dekat, panen akan segera meluas dan merata ke berbagai wilayah di Rembang,” pungkasnya optimis.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini