HAPPY NEW YEAR

Pesona Tersembunyi Air Terjun Kalimancur di Jantung Pegunungan Lasem

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 16:33 0 82 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Gemericik air jatuh menghantam bebatuan, beradu dengan semilir angin pegunungan yang sejuk.

Inilah sambutan alam bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di Air Terjun Kalimancur, sebuah permata tersembunyi di bawah kaki Bukit Gowak, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

​Dahulu hanya dikenal warga lokal, kini Kalimancur bertransformasi menjadi magnet baru bagi pecinta adrenalin dan pencari ketenangan di Jawa Tengah.

​Perjalanan menuju Kalimancur adalah babak awal dari sebuah petualangan.

Berjarak sekitar 8 kilometer dari hiruk pikuk jalur Pantura Lasem, pengunjung akan ditantang oleh jalur perbukitan yang berliku.

Namun, rasa lelah seolah menguap saat mata dimanjakan oleh hamparan vegetasi hijau yang menyegarkan.

​Wisatawan bisa memilih dua pintu masuk utama, melalui Desa Sendangasri atau Desa Kajar.

Sebuah gapura oranye bertajuk “Desa Wisata Gowak” menjadi tanda memasuki kawasan yang masih sangat asri ini.

Revalina Fatarani, salah satu pengunjung yang datang untuk merayakan momen spesial bersama teman-temannya, mengakui sensasi menantang untuk mencapai titik ini.

​”Akses jalannya memang agak terjal dan ekstrem, tapi itu bagian dari serunya. Kita bisa melihat sawah warga sebelum sampai ke titik air terjun,” ujar

​Kalimancur sendiri, menawarkan dua sensasi berbeda dalam satu lokasi.

​Bagian bawah hanya berjarak 150 meter dari parkiran, cocok bagi pengunjung yang ingin bersantai cepat.

Sedangkan ​bagian atas dan Danau Batu, perlu sedikit usaha ekstra berjalan kaki 200 meter untuk menemukan kedung (kolam alami) yang jernih dan formasi batu yang eksotis.

BACA JUGA :  Gerakan Pangan Murah Serentak di Pati, Harga Barang Terjangkau

Pengunjung lain asal luar daerah, Latifa Ramadani turut mengakui keindahan bentang alam satu ini.

​”Airnya jernih, dingin, dan sangat segar. Karena sekarang musim hujan, debit airnya sedang deras-derasnya, jadi pemandangannya maksimal,”

​Meski menawarkan pemandangan kelas atas, berwisata ke Kalimancur tidak akan menguras kantong.

Cukup dengan biaya parkir Rp5.000 untuk roda dua, wisatawan sudah bebas mengeksplorasi seluruh kawasan.

​Kepopuleran Kalimancur pun diakui oleh pengelola, Istoyo.

Ia menyebutkan bahwa tren kunjungan terus meroket, terutama saat akhir pekan.

“Pengunjung Meningkat hingga dua kali lipat. Mulai dari warga lokal Rembang hingga pengunjung dari Tuban, Pati, dan Blora,” terang Istoyo.

​Mengingat sifat air terjun ini yang musiman, waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim penghujan seperti sekarang, di mana air mengalir deras dan pemandangan hutan sedang hijau-hijaunya.

Bagi yang ingin merasakan kedamaian lebih lama, pengelola juga mengizinkan aktivitas camping di sekitar lokasi.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini