ramadan 2026

Perkara Pembangunan KDMP Rugikan Petani, Kades Sarirejo Minta Maaf

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Mar 2026 10:15 0 20 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kepala Desa (Kades) Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Wiku Haryanto, meminta permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama warganya.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Pasalnya, warga yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, merasa dirugikan atas pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang memakan area gorong-gorong saluran irigasi air dari sawah.

Wiku menyebut, pembangunan KDMP tidak akan lagi merusak sarana prasarana yang bermanfaat bagi petani setempat.

Ia berjanji, akan mengembalikan bangunan saluran irigasi.

“Saya Wiku selaku Kepala Desa Sarirejo menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Desa Sarirejo tentang pembangunan KDMP. Untuk gorong-gotong akan kita kembalikan sejak awal, sehingga pertaniannya tidak terganggu,” ucapnya, kemarin.

Sebelumnya, Petani setempat, Sugiharto, menyampaikan, ladang sawahnya terendam banjir berhari-hari usai hujan turun.

Kondisi ini terjadi sejak proyek pengerjaan KDMP Desa Sarirejo berjalan.

Tampak saluran air di tepi sawah yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air tertutup, lantaran kena timbunan material.

Alhasil, petani gagal tanam maupun panen.

“Sawah ini ada tempat tujuan akhir air di sini, kalau dua jam dua jam hujan, ini terendam semua. Apalagi ini dengan adanya bangunan KDMP air meluap terus, yang biasanya dua hari habis, ini dua minggu ndak habis, padahal sebelumnya menjadi pembuangan air,” ungkapnya kepada awak media beberapa hari yang lalu.

Petani meminta agar pemerintah desa (Pemdes) dan pihak pengadaan KDMP membuatkan selontong air sebagai wadah aliran air dari sawah menuju Sungai Simo.

BACA JUGA :  Mekanisme Pantauan Harga Pangan di Pati, 11 Pasar Jadi Lokasi Sampling

Apalagi, saluran air itu menjadi sarana paling vital untuk kondisi saat ini.

“Semua air di Sarirejo meluap dari Kutoharjo sampai ke sini sampai Simo. Kalau bisa harapan kami sini saluran di selatan dan di timur yang ditutup itu dikasih selontong,” ungkapnya

Ia menyayangkan dibangunnya KDMP tanpa berkoordinasi dengan masyarakat.

Bahkan, pemilihan lokasi pun tidak pernah disosialisasikan terlebih dahulu.

“Kalau bangunan udah terlanjur biar berjalan, intinya dikasih selontong. Bahkan pembangunan (KDMP) baru dimulai dua bulan ini,” tegasnya.

Sebanyak 10 hektare sawah di Desa Sarirejo terdampak genangan air, sehingga petani merugi.

Bahkan, Sugiharto merasakan kerugian Rp30 juta dari adanya imbas tersebut.

“Ini terdampak 10 hektare lebih, petani rugi total. Kedua gagal panen, tanam hilang, terendam, udah dua kali,” tandasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini