HAPPY NEW YEAR

Pengelola Wisata Jepara Dibekali Kemampuan Bahasa Asing 

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Jan 2026 18:41 0 74 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata.

Jumat (9/1/2026), sejumlah staf dan pengelola objek wisata milik pemerintah mengikuti pelatihan khusus bertajuk English for Tourism di Aula Disparbud Jepara.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata agar lebih kompeten dalam menyambut wisatawan mancanegara.

Dalam sesi pelatihan, narasumber Amirul Mukminin menekankan tiga pilar utama dalam menghadapi tamu asing.

Pertama penguasaan kosakata (vocabulary), kedua keterampilan komunikasi (communication skills), dan ketiga kepercayaan diri (confidence) saat menghadapi tamu asing.

Amirul Mukminin menjelaskan, interaksi yang efektif dimulai dari keberanian untuk menyapa.

Ia memberikan tips praktis mengenai cara merespons pertanyaan orang asing secara tepat dan sopan.

“Pengelola wisata harus memiliki tabungan kosakata yang relevan dengan objek wisatanya. Komunikasi bukan hanya soal tata bahasa yang sempurna, tapi bagaimana pesan tersampaikan dengan jelas. Selain itu, keramahan khas Indonesia atau hospitality harus menjadi perhatian tambahan yang utama,” ujar Amirul.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ali Hidayat, berharap melalui pelatihan ini, para pengelola wisata tidak lagi merasa canggung saat berinteraksi dengan turis asing.

“Peningkatan kapasitas SDM merupakan investasi jangka panjang untuk memajukan sektor pariwisata Jepara di mata dunia,” kata dia.

Jepara memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai dari Karimunjawa hingga wisata sejarah dan budaya.

Namun, potensi itu akan sia-sia jika tidak bisa memberikan pelayanan yang prima.

“Pelatihan bahasa Inggris ini adalah langkah konkret agar petugas di lapangan bisa menjadi tuan rumah yang baik dan informatif,” ujar Ali Hidayat.

BACA JUGA :  Musim Hujan Tiba, Berikut Update Harga Kepokmas di Pati

Dengan keterampilan bahasa ini, para pengelola wisata di sejumlah objek akan lebih percaya diri.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini