Foto: Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara (berpeci paling kiri) bersama tim dari Pelindo, melepas terumbu karang di Pantai Mutiara (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Dengan menggandeng Pelindo Sub Regional Jawa, Pemkab Trenggalek melakukan konservasi terumbu karang di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.
Kegiatan yang digagas merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Trenggalek dipilih menjadi tempat pelestarian terumbu karang, dikarenakan sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian KKP.
Mengingat, Pantai Mutiara sendiri memang memiliki konsen program tersebut.
Ada sebanyak 2.273 terumbu karang yang ditanam dengan meggunakan 3 media.
Yaitu, media tanam meja sebanyak 1 unit, bioreeftek 2 unit, dan fish house 2 unit koloni.
Kepada wartawan, Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara yang ikut terlibat langsung dalam penanaman terumbu karang, mengatakan jika agenda tersebut merupakan upaya nyata membantu rehabilitasi alam, khususnya terumbu karang.
“Diharapkan, ini bisa berhasil dan benar-benar membantu rehabilitasi terumbu karang yang ada di Kabupaten Trenggalek,” ucap Wabup, Jumat (23/1/2026).
Menurut dia, hampir setiap tahun, bahkan bisa hingga 2-3 kali inisiasi serupa digelar.
Hal tersebut menjadi salah satu strategi pengendalian ekosistem laut yang ada di Bumi Menak Sopal.
“Maka dari itu, diminta support dari berbagai pihak agar kegiatan dimaksud bisa menjadi rutinitas di Pantai Mutiara,” harap Syah Natanegara.
Sementara itu, Kepala Sub Regional Head Jawa, Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo menambahkan, bahwa seremonial pelestarian terumbu karang di Pantai Mutiara merupakan program tahunan dari CSR Pelindo di Regional III Sub Regional Jawa.
Pantai Mutiara dipilih karena memang menjadi salah satu yang direkomendasikan oleh Kementerian KKP sebagai lokasi konservasi terumbu karang.
“Harapannya tentu apa yang dilaksanakan bisa lestari dan berkembang. Ke depan, akan dilakukan evaluasi antara 6 bulan hingga 1 tahun. Ketika dinilai berhasil, maka pada periode-periode mendatang tetap dilanjutkan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono ikut menimpali mengenai keberlangsungan proyek sosial tersebut.
Dimulai sejak tahun 2006 hingga saat sekarang, rehabilitasi terumbu karang terus berkelanjutan.
Bahkan, hasil periode generasi awal, sekarang ada yang berdiameter 1 meter lebih.
Ekosistem laut di sekitar pun juga kembali membaik.
“Tahun 2006 proyek sosial ini sudah dimulai. Ekosistem bawah laut disekitar pun juga kembali membaik. Kami berharap, pemerintah terus men-support termasuk partisipasi donatur lainnya, sehingga konservasi (terumbu karang) ini terus dapat dilestarikan,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar