Foto: Kondisi banjir di Pati Kota (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kabupaten Pati dikepung bencana banjir maupun tanah longsor sejak Jumat, 9 Januari 2026 malam.
Saat ini, ada 20 dari total 21 kecamatan di Bumi Mina Tani terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, memaparkan kini tinggal satu kecamatan yang belum terdampak bencana, yakni Jaken.
“Kecamatan Jaken saja yang belum melaporkan adanya dampak bencana hidrometeorologi, baik banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. Hampir semuanya terdampak,” ujanya, Rabu, 14 Januari 2026.
Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Pati, sedikitnya 91 desa di 20 kecamatan terdampak banjir hingga tanah longsor.
Kecamatan yang terdampak banjir, yakni Pati, Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Margorejo, Tambakromo, dan Gabus.
Selanjutnya, Kecamatan Winong, Batangan, Juwana, Jakenan, Sukolilo, Trangkil, dan Kayen.
Sementara kecamatan yang mengalami tanah longsor yaitu Tlogowungu, Pucakwangi, Gunungwukal, Cluwak, dan Gembong.
Kecamatan Pati menjadi daerah paling terdampak, total 14 desa tergenang banjir.
Wilayah tersebut di antaranya, Desa Sidokerto, Desa Sidoharjo, Desa Dengkek, Kelurahan Pati Wetan, dan Kelurahan Kalidoro.
Dalam beberapa hari terakhir, banjir juga mulai meluas ke wilayah timur Pati, khususnya Kecamatan Juwana.
“Awalnya di Desa Doropayung, sekarang banjir pelan-pelan naik. Hari ini Desa Bumirejo dan Tluwah mulai terdampak. Di Kecamatan Jakenan juga sudah ada desa yang mulai terkena banjir,” jelasnya.
Demi mengantisipasi kondisi terburuk, BPBD Kabupaten Pati bersama pemerintah desa (Pemdes) telah membuka lima titik posko pengungsian.
Yakni di Balai Desa Doropayung, bekas Stasiun Juwana, Balai Desa Bumirejo, Masjid Kalidoro, serta satu titik lainnya di wilayah terdampak.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar