Foto: Beberapa anggota Polres Trenggalek sedang menjalankan KRYD di titik rawan (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | 2 Januari 2026 lalu, gelaran Operasi Lilin Semeru 2025 secara resmi telah berakhir.
Meski begitu, bukan berarti kegiatan kepolisian, terutama harkamtibmas menjadi longgar.
Malah sebaliknya, penguatan semakin digencarkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) terstruktur.
Dengan melibatkan seluruh satuan kerja dan fungsi, baik di tingkat Polres maupun Polsek jajaran.
Meliputi peningkatan patroli, penempatan personel pada lokasi rawan, penjagaan objek vital, hingga razia ofensif.
Dikonfirmasi Mondes.co.id, Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Katik menyampaikan jika KRYD bertujuan untuk memastikan situasi di wilayah hukum senantiasa aman dan kondusif.
“Waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan hasil analisis crime clock, termasuk juga penentuan sasaran dari KRYD itu sendiri,” ungkapnya, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut Iptu Katik, dalam pelaksanaan KRYD, melibatkan personel gabungan satuan fungsi.
Setiap harinya, disiagakan minimal 1 SSK on call, ditambah dengan personel yang terjadwal piket pada hari itu.
Sedangkan Polsek jajaran bervariasi, antara 5-10 personel menyesuaikan kondisi perkuatan masing-masing.
“Selain kegiatan rutin, disiapkan pula personel untuk mengamankan kegiatan masyarakat seperti di Pasar Pon, alun-alun, maupun tempat lain yang berdasarkan penilain memiliki kerawanan cukup tinggi,” imbuh Kasihumas.
Kemudian, lanjut dia, turut dilibatkan pula personel tertutup dari Satintelkam, Satreskrim, maupun Satresnarkoba.
Masing-masing melakukan patroli mobile sebagai langkah antisipatif potensi aksi kriminalitas maupun kejahatan lainnya.
“KRYD dilaksanakan setiap hari selama 1×24 jam penuh. Dengan itu, diharapkan kondusifitas Kabupaten Trenggalek tetap terjaga secara baik. Sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman sekaligus nyaman,” harapnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar