ramadan 2026

Nyepi di Pati saat Ramadan, Umat Hindu dan Muslim Mempererat Kerukunan

waktu baca 3 menit
Kamis, 19 Mar 2026 09:40 0 28 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Rangkaian perayaan Nyepi di Kabupaten Pati tahun 2026 ini, bertepatan dengan Ramadan.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Peringatan hari besar Umat Hindu itu dirayakan dengan penuh kekhidmatan.

Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pati, I Ketut Tutut menyampaikan, peringatan Nyepi kali ini dimulai pada 1 Maret 2026 lalu, yang mana Umat Hindu di Pura Segara Bhuana, Desa Tegalarum, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati melaksanakan saka bhoga sevanam.

Acara itu merupakan kegiatan sosial Umat Hindu berupa pembagian takjil kepada Umat Muslim selama Ramadan.

ketua pgri

Acara ini dilakukan serentak dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

“Pertama, kemarin kita telah melaksanakan saka bhoga sevanam atau berbagi takjil kepada masyarakat di lingkungan Pura Segara Bhuana. Kita bagikan 100 kotak nasi, 100 minuman, 50 bungkus kolak maupun bubur kacang hijau,” jelasnya saat dihubungi Mondes.co.id, Kamis, 19 Maret 2026.

Selanjutnya, pada 15 Maret lalu diselenggarakan Melasti di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara.

Umat Hindu melakukan penyucian diri (bhuana alit) dan alam semesta (bhuana agung).

Tujuannya membuang energi negatif, serta memohon air suci dari sumber air seperti halnya laut.

“Kemarin tanggal 15 Maret kita telah melaksanakan Melasti untuk bhuana agung atau makro-kosmos dan bhuana alit atau mikro-kosmos. Bhuana agung ini merepresentasikan alam semesta, sedangkan bhuana alit merepresentasikan diri manusia,” jelasnya.

Pada Rabu, 18 Maret 2026, Umat Hindu menggelar tawur agung atau pecaruan.

BACA JUGA :  Nelayan Rembang Suarakan Keberatan Terhadap Kebijakan VMS

Kegiatan ini membersihkan lingkungan tempat suci dan tempat ibadah agar menetralisir pengaruh jahat di sekeliling manusia.

Umat Hindu di Kabupaten Pati kali ini menggelar peribadatan di Pura Kertha Bhuana dan Pura Segara Bhuana.

Ada juga yang beribadah di Candi Prambanan, sebagaimana pusat peribadatan Umat Hindu di Provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini kita melaksanakan tawur agung atau pecaruan dalam rangka membersihkan lingkungan tempat ibadah pura dan tempat suci lainnya. Kali ini menetralisir pengaruh jahat agar besok saat pelaksanaan Nyepi berjalan hening,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan pelaksanaan ibadah Nyepi pada 19 Maret 2026 berjalan suci, hening, dan penuh kemurnian.

Pada pukul 05.59 WIB, Umat Hindu mulai melangsungkan catur brata penyepian.

“Mulai matahari terbit pagi kita melaksanakan catur brata penyepian, jadi istilahnya silent day di rumah masing-masing tanpa aktivitas. Kita melakukan amati lelunguan, amati lelanguan, amati geni, dan amati karya,” paparnya.

Tak ada aktivitas yang dilakukan selama catur brata penyepian, sehingga umat Hindu fokus beribadah dengan intropeksi diri terhadap kehidupan yang dijalani selama setahun.

“Di rumah introspeksi diri terkait apa saja yang kita lakukan setahun yang kita lalui, mungkin ada hal kurang baik, kita evaluasi. Kita perbaiki perilaku, tutur kata, pemikiran agar senantiasa baik termasuk toleransi,” ucapnya.

Pada momen ini, peringatan Nyepi bersamaan dengan perayaan kaum Muslim.

Oleh sebab itu, toleransi akan terasa ketika Umat Hindu dan Umat Islam saling mempererat kerukunan.

“Suatu anugerah kita semua, baik Umat Hindu dan Muslim, bahkan kemarin Imlek juga hampir bersamaan merayakan sama-sama. Kami Nyepi di rumah, Muslim melangsungkan takbiran, intinya kita saling menjaga,” pesannya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini