Foto: Salah satu Anggota DPR RI Dapil VII Jatim, Novita Hardini (tengah) membersamai para ibu anggota KWT Mawar dalam program Perempuan SARINAH di Trenggalek (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Salah satu putri Trenggalek yang juga Anggota DPR RI Dapil VII Jatim, Novita Hardini, terus gencarkan berbagai program bagi perempan di daerahnya.
Sebagai contoh, Perempuan ‘SARINAH’ yang merupakan akronim dari Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah.
Salah satu tujuannya untuk mendorong peran perempuan menjaga lingkungan, sekaligus mempercepat visi misi Bupati Trenggalek mengenai Net Zero Carbon.
Tidak hanya itu, dirinya juga membangun ketahanan dan kemandirian pangan melalui optimalisasi perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Selain menjadi penggerak di lingkungan, KWT didorong untuk jadi solusi masalah sampah, kemudian juga mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing,” sebut Novita, kemarin.
Menurutnya, melalui pengelolaan sampah organik menjadi produk bermanfaat, akan menjadi upaya alternatif yang efisien.
Misalkan, dijadikan pupuk organik, dari situ setidaknya kebutuhan pupuk mereka terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya lagi.
Bahkan, bila kapasitas produknya berlebih, bisa dijual ke petani dengan harga murah dan terjangkau.
“Sehingga keuntungannya selain memenuhi kebutuhan pupuk sendiri, juga dapat menambah penghasilan dari KWT itu sendiri,” imbuhnya.
Dengan Perempuan SARINAH, lanjut istri dari Bupati Trenggalek tersebut, banyak aspek akan terdukung, khususnya melalui peran kaum Hawa.
Di antaranya, ketahanan pangan, lingkungan, serta ekonomi perempuan.
Sebab, para ibu rumah tangga adalah kunci dari perputaran siklus kehidupan, baik di lingkup keluarga maupun masyarakat sekitar.
Ketika kelompok perempuan diberdayakan secara optimal, diharapkan seluruh sendi kehidupan berjalan baik tanpa ketimpangan.
“Saat kelompok-kelompok perempuan mampu berdaya, baik secara ekonomi, keluarga, maupun lingkungannya, dapat dipastikan akan lebih cepat mencapai visi misi Bupati Trenggalek, salah satunya Net Zero Carbon,” pungkas Novita.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar