Mengupas Makna di Balik Festival Kupat Kadilangu Trangkil

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Apr 2026 09:58 0 713 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Desa (Pemdes) Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati bersama masyarakat, memeriahkan Syawal dengan mengadakan festival kupatan.

gempur rokok ilegal rembang

Festival Kupatan Kadilangu ini berlangsung kemarin atau bertepatan 15 Syawal 1447 Hijriah.

Acara Festival Kupat Kadilangu berlangsung mulai pukul 15.00 WIB di sekitaran Masjid Jami’ Kadilangu.

Acara tersebut berisi parade gunungan ketupat, kenduri ketupat, Takhtimul Qur’an Bil Ghoib dan Bin Nadhor.

Kepala Desa (Kades) Kadilangu, Arifin Prasetyo, mengatakan Festival Kupatan Kadilangu berlangsung setiap tahun.

Kali ini, menjadi edisi kedua penyelenggaraan acara Festival Kupat Kadilangu.

“Agenda ini disiapkan dari kemarin. Sudah dua tahun ini berjalan, setiap tahun sampai hari ini ada peningkatan,” katanya kepada awak media di sela acara.

Terdapat 11 gunungan yang diiring untuk prosesi parade gunungan ketupat.

Setelahnya, gunungan itu dibongkar bersama masyarakat.

“Untuk agenda acaranya setelah Lebaran, 15 Syawal. Rangkaian acaranya dengan pawai ketupat, ada 11 gunungan yang isinya semua ketupat, lepet dari warga Kadilangu, setelah diarak, dimakan bersama-sama oleh warga desa,” ungkapnya.

Ia menilai, digelarnya Festival Kupatan Kadilangu untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan antar masyarakat.

Kemudian, dengan acara Festival Kupatan Kadilangu, juga untuk melestarikan kebudayaan leluhur.

“Maksud dan tujuan meningkatkan kebersamaan dan persatuan, dan menjaga kelestarian budaya kita. Ini semua swadaya,” ucapnya.

Kegiatan dengan sokongan dana swadaya masyarakat itu berlangsung meriah.

Ada pula masyarakat luar Desa Kadilangu yang datang untuk ikut memeriahkan dan makan bersama.

BACA JUGA :  Begini Wejangan Dandim untuk Para Kades Jelang Pilkada Pati 2024

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini