ramadan 2026

Menelusuri Jejak Tauhid dalam Budaya Wayang Kolosal Dewa Ruci

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 12:23 0 179 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Pertama kalinya, kolaborasi lintas seni dan religi bertajuk Tadarus Budaya dan Pagelaran Wayang Kolosal digelar di destinasi wisata K & S Sumosari, Batealit, Jepara, baru-baru ini.

Acara yang membedah lakon legendaris “Dewa Ruci” ini menghadirkan kolaborasi tokoh-tokoh besar, mulai dari Gus Mahfud, Gus Assiry, hingga KRMT Iwan seorang budayaaan.

Dimulai pukul 21.00 WIB pasca-tarawih, antusiasme masyarakat dan santri tetap tinggi hingga penghujung acara di tengah malam.

Kegiatan ini mencetak sejarah baru bagi Jepara.

Biasanya, perhelatan serupa rutin dilaksanakan di Ponpes Serambi Nusantara Santiko, Pati.

Namun, kali ini Gus Assiry selaku pemilik destinasi wisata K&S memboyong kemeriahan tersebut ke Jepara.

“Ini adalah kali pertama kami laksanakan di sini. Melihat antusiasme masyarakat dan santri yang luar biasa, ke depan kami berencana menjadikannya agenda rutin dengan kemasan yang jauh lebih menarik,” ungkap Gus Assiry, Senin (23/2/2026).

Memahami Tauhid Melalui Lakon Dewa Ruci

Gus Mahfud menekankan bahwa pemilihan lakon Dewa Ruci bukan sekadar hiburan.

Lakon ini merupakan simbol perjalanan spiritual manusia mencari jati diri dan Tuhan.

“Tujuan utama menanamkan nilai tauhid kepada generasi muda,” kata dia.

Harapannya, enerasi milenial tidak hanya mengenal budaya Jawa sebagai tontonan, tapi juga memahami filosofi Adiluhung di dalamnya.

Senada dengan itu, KRMT Iwan Budayawan mengingatkan pentingnya membedakan namun tetap menyelaraskan ajaran agama, peradaban, dan budaya.

“Kita sebagai pewaris harus meneruskan hajat leluhur Nusantara agar tidak kepaten obor (kehilangan jejak sejarah),” tegasnya.

BACA JUGA :  Menilik Kisah Penyelamatan Dua Pejabat Kadipaten Jepara yang Diperingati Hingga Sekarang

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti Gus Sulkan, Ki Utik (Pati), serta jajaran dalang ternama seperti Ki Wisnu, Ki Tewel, Ki Fauzi, Ki Maher, dan Ki Wawan dari Sanggar Mastika serta Paguyuban Cakra Bumi.

Menariknya, iringan karawitan dibawakan dengan apik oleh para pelajar SMP dan SMA asal Pati yang tergabung dalam Sanggar Purwasakra.

Selain pertunjukan seni, pengunjung juga disuguhi Pameran Tosan Aji membawa koleksi berharga dari PPTAJ oleh Nabsir.

Juga pameran Kaligrafi karya khas Jepara oleh Pak Kodir.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa di tangan yang tepat, budaya dan agama bisa berjalan beriringan menjadi sarana edukasi yang mengakar dan menyenangkan.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini