JAKARTA – Mondes.co.id | Kondisi politik di Indonesia saat ini semakin runyam, alhasil aksi demonstrasi terjadi di mana-mana.
Tidak hanya di pusat pemerintahan Jakarta, demo juga terjadi di sejumlah daerah dan kota besar.
Aksi demonstrasi ini merupakan imbas dari rasa sakit hati rakyat yang disebabkan oleh kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang dinilai telah berlaku sewenang-wenang.
Dengan adanya situasi yang genting di berbagai wilayah, Presiden RI Prabowo Subianto serta pihak DPR RI pun akhirnya bersuara.
Presiden RI meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang menyulut kericuhan.
Kemudian juga ada pernyataan maaf yang disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Hal ini sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com.
Presiden Prabowo Subianto meminta Bangsa Indonesia tetap waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menimbulkan kerusuhan.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak menguntungkan rakyat maupun bangsa yang sedang berbenah diri untuk membangun negara kuat dan sejahtera.
“Bangsa kita sedang mengumpulkan tenaga, kekuatan, dan kekayaan untuk menjadi negara yang maju, mandiri, serta mampu mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Karena itu kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat kerusuhan,” ujar Presiden dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
Presiden bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menyambangi kediaman almarhum Affan Kurniawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam.
Sebagai informasi, almarhum Affan Kurniawan merupakan korban dalam kericuhan demo yang terjadi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) malam.
Korban tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mendengarkan keluhan dan harapan dari keluarga Affan Kurniawan.
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria yang turut menyambangi kediaman Affan.
“Alhamdulillah tadi Bapak (presiden) mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan harapan dari keluarga. Bapak (presiden) memberikan dukungan dan juga bantuan, apa yang menjadi harapan keinginan keluarga almarhum, termasuk memberikan rumah,” kata Riza Patria.
Ketua DPR Puan Maharani meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena belum menjalankan amanah rakyat dengan baik.
“Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR, kami meminta maaf apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat,” ujar Puan Maharani kepada wartawan dalam video yang dikirimkan, Jumat (29/8/2025).
Ia menyampaikan permintaan maaf dan berjanji DPR akan berbenah diri dalam mendengar aspirasi rakyat.
“DPR akan terus berbenah dalam mendengar aspirasi rakyat. Menjadi komitmen kami untuk terus membuka ruang komunikasi yang sehat dalam bergotong royong dalam membangun bangsa dan negara,” jelasnya.
Komisi III DPR memanggil Polri pekan depan, setelah ada tragedi rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol.
Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan, mengatakan agenda rapat kerja dengan Polri memang sudah terjadwal.
Itu merupakan bagian dari menjalankan fungsi pengawasan dilakukan Komisi III.
“Minggu depan ya, antara Senin. Itu coba dilihat, karena itu memang sudah ada agendanya, nanti kita lihat siapa yang datang dari Polri,” kata Hinca di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (29/8/2025).
Fraksi Nasdem merotasi Ahmad Sahroni dari jabatan wakil ketua Komisi III DPR, menjadi anggota biasa pada Komisi I DPR.
Nasdem kemudian menunjuk Rusdi Masse Mappasessu yang sebelumnya anggota Komisi IV DPR, sebagai wakil ketua Komisi III DPR menggantikan Sahroni.
Keputusan itu ditetapkan melalui Surat Fraksi Partai NasDem dengan nomor F.NasDem/768/DPR-RI/VIII/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat.
Viktor Laiskodat menegaskan rotasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja fraksi agar selaras dengan semangat restorasi Indonesia.
“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujar Viktor dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar