HAPPY NEW YEAR

LSM dan Ormas Rembang Gelar Diskusi Penyelamatan Taman Kartini

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Feb 2026 13:12 0 228 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), tokoh masyarakat, serta perwakilan legislatif berkumpul untuk menyikapi kondisi memprihatinkan salah satu ikon wisata di Kabupaten Rembang.

Diskusi publik ini dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) malam di Sekretariat LSM Aliansi Tajam, Jalan Jenderal Sudirman No. 83, Kompleks Ruko Taman Kartini, Rembang.

Kegiatan yang berlangsung menjelang masa Lebaran ini, mengusung tema sentral “Selamatkan Pantai Kartini, Taman Kartini Milik Rakyat Jangan Jadikan Objek Politik”.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Ketua LSM Aliansi Tajam, Sunarto dan Ketua Ormas Brandal Alif, Arif Yulianto.

Turut hadir pula anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Nur Sahid bersama perwakilan lembaga swadaya lainnya.

Dalam pemaparannya, Sunarto menegaskan bahwa tema yang diangkat merupakan kritik keras terhadap pembiaran aset daerah.

Ia menilai, kondisi Taman Kartini saat ini sangat memprihatinkan dan seolah terabaikan dari agenda pembangunan yang serius.

“Yang kami maksud jangan jadikan objek politik adalah taman jangan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Bisa kita lihat sendiri, keadaan Taman Kartini saat ini sangat memprihatinkan,” ujar Sunarto secara singkat namun tegas.

Diskusi berjalan dinamis dengan banyaknya masukan dari warga setempat.

Salah satu poin krusial disampaikan oleh Sumarlan, seorang warga Rembang yang meragukan kemampuan finansial daerah jika harus menanggung beban renovasi sendirian.

“Pembangunan taman kalau hanya mengandalkan keuangan Rembang, nganti bosoke beling (sampai kapan pun), rasanya tidak mungkin terjadi,” cetus Sumarlan.

BACA JUGA :  Riyanta: DPR RI Siap Berikan Pendampingan Sosial

Melalui diskusi ini, koalisi LSM dan Ormas, berharap Pemerintah Kabupaten Rembang segera mengambil langkah nyata.

Peserta diskusi sepakat bahwa Taman Kartini adalah aset milik rakyat yang harus dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik yang layak, bersih, dan membanggakan.

Alih-alih hanya menjadi komoditas perdebatan politik tanpa realisasi pembangunan.

Kehadiran Nur Sahid selaku anggota DPRD, diharapkan mampu membawa aspirasi ini ke meja kebijakan, agar revitalisasi Taman Kartini mendapatkan prioritas dalam anggaran daerah maupun skema pendanaan lainnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini