Foto: Kondisi arus mudik di Terminal Kembangjoyo Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Volume kendaraan angkutan umum di Terminal Kembangjoyo Pati mulai tinggi.
Kepadatan arus mudik ini memengaruhi adanya jumlah volume bus dan angkutan kota.
Suharyanto selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, menyebut sejak 16 Maret hingga hari ini, Selasa, 17 Maret 2026, terdapat 110 kendaraan angkutan umum yang beraktivitas.
“Pantauan saat ini di Terminal Kembangjoyo untuk jumlah kendaraan hari ini dan kemarin jumlah kendaraan sekitar 110 kendaraan. Jumlah itu sejak H-4 Lebaran, mungkin ada kenaikan sedikit sampai hari-H Lebaran,” ungkapnya kepada awak media.
Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran yang jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 besok.
Maka dari itu, Dishub Kabupaten Pati menerjunkan petugas untuk turut mengamankan dan mengondisikan aktivitas angkutan umum di Terminal Kembangjoyo Pati.
“Kemudian diperkirakan puncak arus mudik pada H-2 Lebaran, kenaikan sekitar 5 kendaraan, sehingga totalnya 115 kendaraan angkutan bus besok, dan jumlah paling besar arus balik di H+3 sampai H+10 Lebaran. Petugas di terminal ada 5 orang, juru parkir ada 2 orang,” sebutnya.
Lonjakan akan terjadi ketika memasuki masa arus balik yakni ketika H+3 hingga H+10.
“Untuk di Terminal Kembangjoyo Pati kenaikan melonjak lebih besar di arus baliknya. Arus balik kebanyakan penumpang yang kita layani dari rute ke arah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), sedangkan kalau arus mudik penumpang tak semuanya turun di terminal,” ujarnya.
Ia menyebut, dalam sehari ketika arus balik, bisa ada 25 hingga 30 aktivitas kendaraan.
Sehingga bisa jadi sampai dengan puncak arus balik mencapai 120 aktivitas kendaraan bus.
“Arus balik maksimal 25, paling ramai 30. Total sehari 120 kendaraan yang arus balik,” terangnya.
Angkatan yang beraktivitas di Terminal Kembangjoyo di antaranya bus Pati-Purwodadi, bus Pati-Sukolilo, bus Pati-Tayu, dan angkutan kota (angkot) Pati-Juwana.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar