HAPPY NEW YEAR

Kenali Cara Panen dan Grade Tembakau

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Okt 2025 13:27 0 523 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kabupaten Pati memiliki potensi perkebunan tembakau.

Para petani tembakau di Kabupaten Pati ini menjual tembakaunya melalui perusahaan mitra, yakni PT Sadhana Arifnusa yang ada di Kabupaten Rembang.

Sebelum dijual, maka perlu untuk diketahui grade tembakau itu sendiri.

Pasalnya, grade tembakau mempengaruhi harga jual tembakau.

Menurut penuturan Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Pati, Sudarto, setiap tembakau memiliki grade yang berbeda-beda.

Grade itu biasanya ditentukan dari letak daun tembakau yang dipetik oleh petani.

Terdapat macam-macam grade, mulai dari F yang merupakan daun tembakau bagian bawah. Lalu, grade P yang merupakan daun tembakau bagian tengah.

Kemudian yang terakhir, S yang merupakan daun tembakau bagian atas.

Harga dari setiap grade pun berbeda-beda.

“Idealnya di tembakau ada daun bawah (F), daun tengah (P), daun atas (S). Lalu kalau daun atas ada yang S1, S2, S3,” ucapnya saat dihubungi Mondes.co.id, Rabu, 29 Oktober 2025.

Tembakau grade S merupakan yang paling bagus.

Di setiap grade S masih ada tingkatannya lagi, yaitu S1 seharga Rp48 ribu per kilogram, S2 Seharga Rp46 ribu per kilogram, dan S3 seharga Rp44 ribu per kilogram.

Jika ada bintangnya, maka akan menjadi Rp50 ribu per kilogram.

“Kalau ada bintangnya satu bisa Rp50 ribu, lalu ada istimewa ada bintang, dengan harga per tingkatan selisih Rp2 ribuan,” sebut Sudarto.

Petani tembakau asal Desa Kebonturi, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati tersebut, menjelaskan masa panen tembakau terjadi mulai Agustus sampai dengan November.

BACA JUGA :  6 Desa di Juwana Terendam Banjir, Warga Emoh Ngungsi

Panen dilakukan oleh petani setelah tanaman berumur 2 bulan.

Pertama-tama pemetikan dilakukan pada daun bagian bawah.

Sepekan sesudah itu, pemetikan berlanjut pada daun bagian atasnya yang telah berwarna kuning.

“Panen tembakau setelah usia 2 bulan diambil daun bawah. Seminggu berikutnya ke atas 2 sampai 3 helai, setiap panen 2 sampai 3 helai karena warna sudah kuning, sudah siap dipanen,” ungkapnya.

Di setiap panen sampai habis, petani membutuhkan 5 sampai 6 kali petik.

“Panen berikutnya dilakukan seminggu setelah panen pertama, seminggu berikutnya ke daun-daun atasnya. Untuk prosesnya dalam satu tanaman bisa 5 hingga 6 kali petik,” sebutnya.

Sudarto sendiri memanen di lahan yang berbeda-beda, lantaran masa tanamnya tidak serentak.

Proses tanam yang ia lakukan tidak bersamaan, karena terdapat sejumlah lahan yang pernah gagal tanam karena kebanjiran.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini