ramadan 2026

Kasus Tinggi, Dinkes Pati Luruskan Pemahaman Penularan HIV/AIDS

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Des 2023 22:14 0 1075 Singgih Tri

ILUSTRASI: Suasana anak-anak bersama di kolam renang. (Mondes/Singgih)

Demokrat Joni Kurnianto 2026

PATI – Mondes.co.id | Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) sejak 1996 sampai Oktober 2023, 2.601 warga Pati terjangkit HIV/AIDS.

 

Mereka biasa disebut ODHA yang merupakan singkatan dari Orang Dengan HIV/AIDS. Menurut data Dinkes Kabupaten Pati, ada pun 254 ODHA yang meninggal dunia lantaran terjangkit penyakit tersebut.

ketua pgri

 

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, dr. Joko Leksono Wibowo, HIV/AIDS merupakan jenis penyakit yang menular. Oleh sebab itu, ia mengatakan masyarakat perlu tercerdaskan oleh adanya pengetahuan tentang proses penularan penyakit berbahaya ini.

 

“HIV ini sebenarnya menular, tapi menularnya juga tidak mudah,” katanya saat menghadiri acara di Ruang Pragola Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pati hari ini, Senin, 4 Desember 2023.

 

Ia membeberkan penularan HIV/AIDS dapat melalui luka mukosa. Penularan melalui luka tersebut dimungkinkan gara-gara hubunguan intim.

 

“Karena syarat hanya terjadi luka mukosa. Dan luka mukosa itu hanya bisa terjadi saat orang melakukan hubungan seks,” terangnya.

 

Perlu dipahami bersama, penularan semakin mudah pada hubungan sesame jenis. “Paling rentan kalau berhubungan sesamajenis, LSL (Lesbian atau Laki Seks Laki),” ungkap dr. Joko.

 

Namun, salah kaprah sering terjadi di masyarakat akan proses penularan HIV/AIDS. Ia menemukan banyak dugaan penularan melalui alat bekas makan, kloset, kamar mandi, kolam renang, bahkan tempat duduk. Padahal media-media tersebut tidak menjadi perantara penyebaran virus.

 

“Penularan tidak bisa asal-asal seketika menular. Tidak bisa dari piring bekas makan, sendok bekas makan orang lain, kloset, kamar mandi bekas orang lain, tempat duduk, maupun kolam renang,” urainya.

 

Seringkali dirinya mendapat pertanyaan dari masyarakat mengenai hal itu, khususnya pengaruh berenang bersama.

 

“Saya sering ditanya apakah renang bersama ODHA bisa menular, jawabanya tidak,” pungkasnya.

Editor: redaksi

BACA JUGA :  Ritual Sakral Larungan Sesaji Dukuh Ngantru, 'Ubo Rampe' Kurang Siap-siap Nyawa Melayang

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini