ramadan 2026

Kampung Ramadan Rembang Pindah Lokasi, Omzet UMKM Tembus Jutaan Rupiah per Hari

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 16:10 0 91 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Penyelenggaraan Kampung Ramadan 2026 di Kabupaten Rembang membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemilihan lokasi baru di Jalan Gatot Soebroto, tepat di sisi timur Alun-alun Rembang.

Lokasi baru ini terbukti efektif meningkatkan kenyamanan pengunjung, sekaligus mendongkrak pendapatan pedagang secara signifikan.

​Sejak dibuka resmi beberapa hari lalu, pusat takjil dan kuliner ini tak pernah sepi pembeli.

Suasana yang lebih tertib dan tertata, membuat interaksi jual beli menjadi lebih maksimal.

​Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung dampak positif ini adalah Rachmat Utama Manggala Akbar.

Penjual dimsum ini mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti.

Menurutnya, barang dagangan di berbagai stan, rata-rata sudah ludes bahkan sebelum azan Magrib berkumandang.

​”Alhamdulillah, sebelum Magrib banyak dagangan di stan-stan sudah habis. Omzet rata-rata bisa menembus lebih dari Rp1 juta per hari,” ungkap Rachmat dengan nada syukur.

​Rachmat menilai, kepindahan lokasi dari Jalan dr. Soetomo ke Jalan Gatot Soebroto adalah langkah tepat.

Meski Jalan dr. Soetomo dikenal ramai, namun kepadatan lalu lintas seringkali membuat calon pembeli enggan untuk berhenti.

​”Lebih enjoy di sini karena pengunjung semuanya berjalan kaki. Arusnya lebih tertib dan intensitas pembeli untuk berhenti dan berbelanja jauh lebih tinggi. Kami sangat menikmati suasana di sini, apalagi cuaca juga sangat mendukung,” tambahnya.

​Senada dengan para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menyatakan bahwa pelaksanaan tahun ini jauh lebih kondusif.

BACA JUGA :  Kekeringan di Pati Makin Meluas hingga Warga Kesulitan Air Bersih

Penutupan akses kendaraan di area stan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

​”Masyarakat yang datang tidak terganggu oleh kendaraan yang melintas. Ini menjadi nilai plus karena pengunjung bisa lebih leluasa berbelanja tanpa rasa waswas,” jelas Mahfudz.

​Untuk urusan aksesibilitas, Pemkab Rembang telah mengatur kantong-kantong parkir agar tidak terjadi penumpukan.

Sisi Barat, pengunjung dapat memanfaatkan area parkir Alun-alun Rembang.

Sedangkan sisi timur, tersedia ruang parkir di depan SMA Kartini dan halaman Museum RA Kartini.

​Dengan sisa waktu sekitar 25 hari ke depan, Pemerintah Kabupaten Rembang optimis Kampung Ramadan akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal selama Bulan Suci.

Selain menjadi tempat berburu takjil, kawasan ini kini bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial yang hangat bagi warga Rembang.

​”Semoga kondisi yang aman dan nyaman ini bertahan hingga akhir Ramadan, sehingga semua stan laris manis dan pelaku UMKM kita semakin berdaya,” tutup Rachmat penuh harap.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini