Kades Prawoto Sebut Organisasi Pasopati di Tingkat Bawah “Mandul”

PATI-Mondes.co.id| Kepala Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah, Hyro Fachrus ikut memberikan tanggapan tentang rumor di organisasi Pasopati. Dirinya menyebutkan bahwa para Kepala Desa (Kades) selama ini ibarat ayam kehilangan induknya.

Hal itu menyusul lantaran Ketua Pasopati yang dijabat oleh Eko Dwi Totok tidak pernah memperhatikan dan mengabaikan para Kades yang ada di tingkat bawah.

Hyro menjelaskan kepada wartawan, Pemilihan Ketua Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (Pasopati) Kabupaten Pati yang rencana akan dihelat pada Juli 2021 harus bisa memilih Ketua yang bisa mendengar keluhan para Kades, bukan kepentingan sepihak, namun bisa menyerap aspirasi para Kades hingga tingkat bawah.

“Selama ini Pasopati tidak pernah ada komunikasi di tingkat bawah, artinya untuk perhatian Pasopati tingkat bawah itu “Mandul”,” ungkap Hyro Sabtu (19/6/2021) melalui pesawat selulernya.

Sejauh ini, Kata Dia, untuk lintas koordinasi di Kecamatan Sukolilo penunjukan pemilihan Calon Ketua Pasopati nantinya belum ada, hanya saja siapapun yang menjadi Ketua Pasopati harus mempunyai karakter dan gaya kepemimpinan yang peduli dengan seluruh Kades yang ada di Kabupaten Pati.

“Pimpinan Pasopati harus punya tujuan jelas, arah yang jelas dan kinerja yang jelas, khususnya harus bisa menyambung lidah para kades, apalagi para Kades ini kan notabennya sebagai ujung tombak pemerintahan paling bawah, banyak sandungan dan komunikasi yang kurang baik dengan media, instansi dan yang lain, itu harus dibangun,” katanya.

Selain itu, Hyro yang juga sebagai Ketua Paguyuban Pasopati tingkat Kecamatan juga mengaku bahwa untuk Ketua Pasopati harus bisa menjalankan tupoksinya sesuai dengan AD ART, tidak seperti saat ini bahwa hampir 70 persen para Kades di Pati yang tergabung dalam organisasi Pasopati tidak tahu soal AD ART.

“Kalaupun Totok masih ambisi untuk menjabat sebagai Ketua Pasopati itu silahkan, selama tidak menabrak AD ART saja, dan selama kepemimpinannya hampir 70 persen Kades di Pati tidak tahu AD ART, dan bagi para Kades itu sangat tabu untuk mengetahui AD ART,” sindirnya.

Disinggung sejumlah nama-nama Calon Ketua Pasopati yang layak dan sebelumnya mencuat di media, Hyro mengaku siapapun boleh menjadi Ketua Pasopati, hanya saja jangan dicampur adukkan organisasi dengan kegiatan dalam momen politik 2024 mendatang.

“Semua berhak mencalonkan sebagai Ketua Pasopati, namun untuk visi misi harus jelas, lebih-lebih ini menjelang momen politik 2024, pasopati jangan sampai terlibat, karena tujuan organisasi dibuat untuk menampung aspirasi para Kades, bukan untum kepentingan politik,” tandasnya.

(Hdr/As/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.