HAPPY NEW YEAR

Jelang Ramadan, Harga Rawit Merah di Jepara Tembus Rp65 Ribu Perkilo

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 11:04 0 25 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Menjelang bulan Ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Salah satu yang cukup mencolok yaitu harga cabai.

Hal ini sebagaimana terpantau di Pasar Jepara II dan Pasar Bangsri, kemarin.

Meski demikian, potensi kenaikan harga dinilai tetap perlu diantisipasi, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, Anjar Jambore Widodo, menyampaikan bahwa hingga saat ini komoditas strategis masih dalam kondisi aman.

“Komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, telur, cabai, serta bawang merah dan bawang putih belum menunjukkan gejolak harga,” ujarnya.

Harga beras premium bertahan di angka Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, sementara gula pasir kristal putih berada di kisaran Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram.

Minyak goreng juga relatif terkendali, dengan minyak curah Rp17.500 per liter, Minyakita Rp15.700 per liter, dan kemasan premium Rp21.000 per liter.

Daging ayam ras dijual Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram, telur ayam ras Rp27.500 hingga Rp28.000 per kilogram.

Sementara, cabai merah besar tercatat Rp35.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp65.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Bawang merah masih di Rp35.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 hingga Rp38.000 per kilogram.

Namun, Anjar mengingatkan bahwa pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan lonjakan harga biasanya terjadi dua hingga tiga pekan menjelang Ramadan, terutama pada komoditas protein hewani dan cabai.

Peningkatan konsumsi rumah tangga, tradisi berbuka puasa bersama, hingga aktivitas pasar dadakan, kerap mendorong permintaan melonjak tajam.

BACA JUGA :  19 Desa di Pati Bakal Diberi Pelatihan Kelola DBHCHT Kemandirian Ekonomi

Jika tidak diimbangi pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga secara cepat.

Selain faktor permintaan, cuaca ekstrem dan gangguan distribusi juga menjadi risiko yang dapat mempengaruhi stok bahan pangan, khususnya sayuran dan cabai.

Pemerintah daerah pun memperkuat langkah antisipasi melalui pemantauan stok, operasi pasar, serta koordinasi dengan distributor agar stabilitas harga tetap terjaga hingga Ramadan tiba.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini