HAPPY NEW YEAR

Jelang Ramadan Harga Pangan di Trenggalek Alami Kenaikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 21:32 0 38 Heru Wijaya

NAIK: Suasana pasar basah Trenggalek. Selasa 17 Februari 2026. (Mondes/her)

TRENGGALEK, Mondes.co.id | Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, sejumlah harga kebutuhan pangan di Trenggalek mengalami kenaikan. Hal tersebut terlihat pada sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional.

 

Salah satunya harga cabai rawit di pasar basah lokal Bumi Menak Sopal yang menembus angka Rp. 92.000,- per kilogram. Selain itu juga terjadi peningkatan harga telur ayam ras hingga Rp. 30.000,- per kilogram.

 

Itu sebagaimana di sampaikan seorang pedagang sayuran, Tasmini bahwa perubahan harga cabai rawit direntang Rp. 32.000,- dari semula Rp. 60.000,- kilogram.

 

“Sedangkan untuk telur ayam ras mengalami kenaikan sekitar Rp. 4000,- ribu perkilogram. Sebelumnya, Rp. 26.000,- sekarang jadi Rp. 30.000,- ,” sebutnya, Selasa 17 Februari 2026.

 

Menurut Tasmini, kenaikan-kenaikan harga terjadi sejak enam hari atau seminggu yang lalu. Berlaku pula pada bawang merah dan daging ayam potong, sedangkan bawang putihnya masih stabil diangka Rp. 32.000,- perkilogram.

 

“Bawang merah, awalnya Rp.36.000,- per kilogram menjadi Rp. 42.000,-. Untuk daging ayam potong, dari Rp. 35.000,- menjadi Rp. 40.000,- perkilogram,” imbuh pedagang asal dari Desa Ngares ini.

 

Disinggung tentang ketersediaan barang, dirinya mengaku jika tidak ada keluhan. Untuk distribusi, baik dari petani maupun grosir hingga saat sekarang cukup aman.

 

Munculnya pergeseran harga lebih dikarenakan meningkatnya permintaan masyarakat yang rutin tiap awal Ramadan.

 

“Naiknya harga dipengaruhi peningkatan kebutuhan warga karena sekarang kan musim tradisi selamatan mendekati puasa Ramadan,” ujarnya.

BACA JUGA :  The A team 89 Squad Nusantara Pati Berbagi Cinta di Bulan Ramadan

 

Diprediksi, lanjut Tasmini, kenaikan akan berlaku hingga awal puasa dan landai kembali saat pekan pertama hingga pertengahan.

 

“Nanti menjelang pertengahan puasa akan turun, tapi biasanya naik lagi saat mendekati lebaran,” ucap perempuan 63 tahun itu.

 

Pun begitu, pedagang paruh baya tersebut tak menampik kalau sebetulnya harga melambung perolehan keuntungan sedikit. Sebab dibarengi daya beli masyarakat yang umumnya menjadi rendah.

 

“Ketika harga terjangkau, tingkat keuntungan pedagang justru lebih bagus karena daya belinya tinggi, tapi kalau harga tinggi otomatis keuntungannya sedikit,” pungkasnya.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini