HAPPY NEW YEAR

Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Trenggalek Tekankan Pentingnya Jaga Kamtibmas

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 15:33 0 90 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Mendekati datangnya Bulan Ramadan 1447 H, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Trenggalek gelar rakor sinergitas.

Dengan mengundang para tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan silat, hingga organisasi massa di Gedung Bawarasa.

Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan pesan agar semua pihak menyambut bulan Ramadan tahun 2026 ini bisa lebih bijak.

Tidak harus melalui perayaan berlebihan, sebab kehidupan di Bumi Menak Sopal terdiri dari masyarakat yang majemuk.

“Tidak ada larangan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, namun harus selalu dalam bingkai toleransi. Sehingga tetap terjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Gus Ipin, sapaan akrab bupati, semua orang memang punya cara sendiri untuk merayakan.

Mulai dari menyalakan petasan, ronda sahur, dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan kultural lainnya.

Pemerintah daerah pun, tidak pernah melarang tradisi-tradisi yang ada selama ini.

Akan tetapi, kepada semua lapisan dan elemen warga, diharapkan mempunyai kesadaran mandiri.

“Diharapkan seluruh masyarakat mempunyai kesadaran sendiri, sehingga aktivitas yang dilakukan nantinya tidak mengganggu hak warga lainnya,” pesan bupati.

Belum lagi, masih ujar dia, siapa saja yang terbukti melampaui batasan atau melanggar, akan berhadapan dengan hukum.

Terutama, bagi pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Maka dari itu, semua pihak diimbau benar-benar bisa mawas diri, serta menjaga solidaritas bersama.

“Terlebih, demi keselamatan dan keutuhan bersama,” imbuhnya.

Marilah mulai merubah pola pikir, lanjut Gus Ipin, manfaatkan potensi budaya ataupun kebiasaan dengan meminimalisir dampak.

BACA JUGA :  Viral Video Remaja Bawa Sajam di JLS Pati, Polisi Amankan Enam Pelaku

Seperti contoh, menerbangkan balon udara yang lebih aman tanpa mengurangi esensi tradisi.

Masyarakat boleh melakukannya, tapi pastikan balonnya diikat, sehingga tidak membahayakan.

Sebab, sudah sering terjadi kebakaran lahan pertanian dan rumah diakibatkan balon udara liar.

“Kemudian juga kasus petasan, beberapa kejadian rumah hancur dan orang kehilangan nyawa pernah terjadi. Ada lagi ronda sahur, silahkan dilakukan, tapi jangan menggunakan sound system berlebihan, karena menggangu orang lain,” tandas bupati muda ini.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini