ramadan 2026

Jelang Lebaran, Disdagperin Pati Imbau Warga Tidak Panic Buying

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Mar 2026 09:05 0 22 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Harga-harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Pati tak terlalu bergejolak menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Beberapa komoditas banyak yang mengalami harga stabil, bahkan turun.

“Rata-rata harga stabil, ada kenaikan dan penurunan itu wajar jelang Lebaran, tapi tidak signifikan. Lebaran itu kan momen yang ditunggu semua masyarakat, memang kebutuhan ada peningkatan tetapi kenaikan harga tidak signifikan,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti kepada Mondes.co.id, Senin, 16 Maret 2026.

Beberapa komoditas kepokmas yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai rawit hijau dan cabai merah teropong.

Harga cabai rawit hijau di angka Rp73.000 per kilogram dari yang sebelumnya Rp70.000 per kilogram.

Sedangkan, harga cabai merah teropong di angka Rp50.000 per kilogram dari yang sebelumnya Rp47.000 per kilogram.

“Ada beberapa komoditas yang sedikit naik yaitu cabai rawit hijau. Kemudian harga cabai merah teropong juga naik,” ucapnya.

Ia menerangkan bahwa kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh cuaca yang tengah melanda sebagian wilayah Indonesia.

Akibatnya, hasil tanaman cabai tidak begitu bagus pada panen kali ini.

“Kenaikan cabai rawit dan teropong dipengaruhi beberapa hal terkait komoditas tersebut karena sebagian wilayah gagal, karena kedua cabai itu didatangkan dari luar kota. Perubahan cuaca dari hujan ke panas atau sebaliknya menyebabkan panen tidak optimal sehingga stok terbatas,” ungkap Indyah.

Sementara, harga cabai rawit merah mengalami penurunan.

Harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp87.000 per kilogram menjadi Rp82.000 per kilogram.

BACA JUGA :  Aksi Premanisme Debt Collector Meresahkan, Ahmad Luthfi Minta Ditindak Tegas 

Selanjutnya, harga cabai merah keriting pun turun, dari yang sebelumnya Rp35.000 per kilogram menjadi Rp33.000 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada telur.

Saat ini harga telur senilai Rp29.000 per kilogram dari yang sebelumnya Rp30.000 per kilogram.

“Hari ini telur ayam ras mengalami penurunan harga Rp1.000 sejak Jumat. Harga telur turun ini terjadi saat masa sekolah banyak dibutuhkan untuk MBG (Makan Bergizi Gratis). Meskipun momennya Lebaran harga per hari ini ada penurunan, misal suatu saat ada kenaikan pun kenaikan nggak signifikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, harga daging ayam saat ini Rp42.000 per kilogram sejak Ramadan.

Sedangkan, sebelum Ramadan harga daging ayam Rp40.000 per kilogram.

“Perubahan harga daging ayam terjadi pada minggu kedua Ramadan sampai beberapa hari yang lalu. Kini ada kenaikan Rp2.000,” imbuh Indyah.

Selain itu, harga daging sapi, bawang merah, kedelai, tempe, dan beras stabil.

Stabilnya harga tersebut terpantau oleh Disdagperin Kabupaten Pati sejak memasuki Ramadan.

Perlu diketahui, harga daging sapi Rp125.000 per kilogram, harga bawang merah Rp35.000 per kilogram.

“Harga daging sapi stabil mulai awal Ramadan, tapi tidak menutup kemungkinan momen berkumpul bersama keluarga bertambah banyak, otomatis kebutuhan masyarakat Pati meningkat, maka dari itu ada kenaikan, selama ini di Pati masih terkendali untuk harga daging sapi. Harga bawang merah stabil dari minggu kedua,” ucapnya.

Harga kedelai Rp9.500 per kilogram, dan harga tempe Rp15.000 per kilogram.

“Kalau harga kedelai di Pati termasuk stabil. Sejak awal Ramadan tidak ada kenaikan sama sekali hingga hari ini stabil,” imbuhnya.

Menurut Indyah, kondisi harga beras tak ada perubahan lantaran pasokan aman.

Stok beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) cukup mendominasi.

BACA JUGA :  Ratusan Atlet Bulutangkis Ikuti Seleksi Popda

Beras premium Rp14.500 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram.

“Kebutuhan ada peningkatan seperti zakat dan lain-lain, harga beras kita didominasi stok Bulog. Tak menutup kemungkinan rice milling mencukupi sehingga harga tetap stabil sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi),” jelasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini