HAPPY NEW YEAR

Jalan Rusak Ngampon-Bendorejo Telan Korban, Pemkab Trenggalek Terkesan Abai

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Jan 2026 16:53 0 93 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Pembangunan ruas jalan Ngampon-Bendorejo, Trenggalek beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan.

Bahkan, sejumlah pihak menuding proyek yang dibiayai APBD Kota Kripik hingga miliaran rupiah tersebut, diduga gagal kontruksi.

Pasalnya, infrastruktur itu hingga selesai dikerjakan, belum memberikan azas kemanfaatan seperti harapan masyarakat.

Bahkan, akses alternatif untuk keluar dan menuju ke area dalam kota ini, banyak terdapat kerusakan parah.

Namun begitu, pemerintah daerah sebagai pengampu kepentingan, terkesan abai.

Padahal, sebagaimana data di Unit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek, jalan kabupaten dimaksud telah banyak memakan korban.

“Sepanjang tahun 2025, ada 20 kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Ngampon-Bendorejo,” sebut Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto kepada Mondes.co.id, Selasa, 27 Januari 2026.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa mayoritas penyebab kejadian karena kerusakan jalan.

Meski ada juga akibat kelalaian pengendara sendiri.

Tercatat, dua orang meninggal dunia dan 18 korban lain mengalami luka-luka.

AKP Sony pun sempat mengatakan jika Satlantas Polres Trenggalek sudah beberapa kali mengajukan permintaan perbaikan sebagai upaya pencegahan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, demi meminimalisir potensi fatalitas kecelakaan.

“Satlantas pernah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Pemkab, walau belum bisa diperbaiki semua, namun di titik-titik tertentu sudah dilakukan penambalan,” ujar Kasatlantas.

Dirinya berharap, keselamatan para pengguna jalan untuk dijadikan prioritas bersama.

Seluruh stakeholder terkait diminta menyamakan visi, demi memberikan pelayanan terbaik kepada publik.

BACA JUGA :  Langkah AMPB Rekonsiliasi Temui Jalan Terjal, Sikap DPRD Dipertanyakan

Selaras dengan tujuan terbentuknya Tim Audit Keselamatan Jalan (AKJ), yakni mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis lokasi rawan kecelakaan, dan memberikan rekomendasi perbaikan agar jalan aman bagi semua pengguna.

“Diharapkan, komunikasi dan sinergitas antar stakeholder benar-benar menjadikan manfaat bagi masyarakat luas,” harapnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini