Foto: Ilustrasi siswa lolos SNPB (Mondes) PATI – Mondes.co.id | Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026 telah berlangsung.
Sejumlah siswa-siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang memenuhi syarat, lolos ke PTN berdasarkan nilai yang unggul.
Pada area kerja Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah III Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati menjadi penyumbang siswa terbanyak pada SNBP kali ini.
Berdasarkan catatan Cabang Disdik Wilayah III Jateng, terdapat 71 siswa SMAN 1 Pati yang lolos SNBP tahun ini.
Kemudian, SMAN 1 Kudus dengan 54 siswa di urutan kedua.
SMAN 1 Bae Kudus di urutan ketiga dengan 41 siswa.
SMAN 1 Jekulo di urutan keempat dengan 37 siswa.
Serta, urutan kelima ditempati SMAQT Yanbuul Qur’an 1 dengan 37 siswa juga.
Kemudian, di urutan keenam, ketujuh, serta kedelapan ada SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Jakenan, dan SMAN 1 Tayu yang masing-masing ada 35 siswa lolos SNBP.
Lalu, SMAN 2 Kudus di urutan kesembilan dengan 33 siswa lolos SNBP.
Pada urutan kesepuluh dan sebelas ada SMAN 1 Juwana dan SMAN 3 Pati yang masing-masing 28 siswa.
Sedangkan, pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di urutan pertama ada SMK RUS Kudus dengan 27 siswa yang lolos SNBP tahun 2026.
Disusul SMKN 1 Pati dengan 26 siswa, selanjutnya SMK Tunas Harapan dengan 19 siswa, lalu SMKN 2 Pati dengan 15 siswa.
Lebih lanjut, SMK BTB Juwana dengan 13 siswa dan SMKN 2 Kudus dengan 12 siswa.
Lalu, SMKN 1 Kudus dengan 8 siswa, dan SMKN 1 Jepara dengan 7 siswa.
Selanjutnya, disusul SMKN 3 Jepara, SMKN 2 Jepara, SMKN Kalinyamatan, dan SMK Bani Muslim dengan 5 siswa yang lolos SNBP tahun 2026.
Menurut Kepala Seksi (Kasi) SMA/SLB Cabang Disdik Wilayah III Provinsi Jateng, Amirul Mahfud Haryanto, penilaian SNBP didasarkan pada pretsasi akademik dan non akademik yang konsisten.
Serta, relevansi nilai rapor semester 1 sampai dengan semester 5.
Ada pula dukungan prestasi tambahan yang bisa menjadi poin lolosnya siswa tersebut pada SNBP.
Di samping itu, siswa termasuk kuota eligible di sekolah.
Serta indeks atau akreditasi sekolah masing-masing juga memengaruhi.
“Penilaian SNBP mulai dari prestasi konsisten akademik dan non akademik, relevansi nilai rapor semester 1 sampai 5, dukungan prestasi tambahan, siswa termasuk kuota eligible di sekolah, dan indeks maupun reputasi sekolah masing-masing,” terangnya saat dihubungi Mondes.co.id, Selasa, 7 April 2026.
Perlu diketahui, kuota eligible SNBP tahun 2026 ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah.
Akreditasi A punya kuota 40 persen, akreditasi B punya kuota 25 persen, akreditasi C punya kuota 5 persen.
“Eligible SNBP 2026 ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Tambahan kuota 5 persen diberikan bagi sekolah pengguna e-rapor. Penentuan peringkat siswa dilakukan oleh sekolah berdasarkan nilai rapor semester 1 sampai 5,” paparnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar