selamat hari bhayangkara ke 78

Hari Tasyrik Istimewa, Perhatikan Larangan dan Amalan bagi Umat Islam

waktu baca 5 menit
Rabu, 19 Jun 2024 08:12 0 144 admin

PATI – Mondes.co.id | Umat Islam baru saja merayakan Idulada 1445 H/ 2024 M yang jatuh pada hari Senin (17/6/2024).

Bertepatan dengan Iduladha, yang juga disebut hari raya haji. Di mana jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di suatu tempat yang namanya Arafah untuk melakukan wukuf, sebagai puncak dari ibadah haji.

Bagi jemaah haji yang tidak melakukan wukuf di Arafah, maka hajinya tidak sah, karena termasuk salah satu rukun haji yang harus dijalaninya.

Selanjutnya memasuki Hari Tasyrik selama 3 hari berturut – turut. Di mana para jemaah haji berkumpul di Mina untuk melakukan rangkaian ibadah haji berikutnya yaitu melontar jumroh, baik jumroh ula, wusto, dan aqobah.

Walaupun tidak melakukan seperti yang dilakukan para jemaah haji di tanah Harom. Bagi umat Islam yang berada di Indonesia, memaknai hari Tasyrik sebagai hari yang istimewa, yaitu hari untuk bersenang- senang.

Dirayakan dengan makan minum, tetapi tidak melupakan berdzikir, mengingat Allah SWT.

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Iduladha yang bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah.

Ada yang menyebut hari Tasyrik berasal dari kata yusyrikun yang berarti menjemur. Dalam hal ini, Tasyrik berarti menjemur daging kurban.

Adapun sumber lain mengatakan bahwa Tasyrik berasal dari kata yusyrik yang berarti terbit. Maknanya, hewan-hewan kurban mulai disembelih saat matahari terbit.

Ada pula yang memaknai bahwa salat Iduladha dilaksanakan selepas matahari terbit, dan hari-hari Tasyrik mengikuti hari Iduladha.

Baca Juga:  Gambaran Komprehensif Melalui Sosialisasi Sensus Pertanian 2023

Hari Tasyrik dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 203. Allah SWT berfirman,

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚوَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Artinya: “Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”

Menurut Ibnu Abbas dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Bukhari, maksud hari yang telah ditentukan jumlahnya dalam ayat tersebut adalah hari Tasyrik.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Zulhijah 1445 H/2024 M jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan demikian, pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1445 H/2024 M (10 Zulhijah ) bertepatan dengan Senin, 17 Juni 2024 kemarin.

Berdasarkan keputusan tersebut, maka hari tasyrik 2024 di Indonesia akan berlaku :

11 Zulhijah 1445 H: hari Selasa, 18 Juni 2024

12 Zulhijah 1445 H: hari Rabu, 19 Juni 2024, dan

13 Zulhijah 1445 H: hari Kamis, 20 Juni 2024

Karena istimewanya Hari Tasyrik tersebut, maka seluruh umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari, larangan ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Nabisyah Al-Hadzali. Rasulullah SAW bersabda,

“Hari-hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR Muslim)

Amr bin Ash turut meriwayatkan hal serupa. Ia berkata, “Bahwa hari-hari tasyrik merupakan hari ketika Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berbuka dan melarang kita untuk puasa.”

Baca Juga:  Hingga Oktober Kasus Kebakaran di Pati Capai Ratusan Kejadian, Sugiyono: Tetap Waspada

Adapun menurut riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hufadzah untuk berkeliling Mina dan menyeru, “Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (hari Tasyrik), karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR Ahmad)

Abdul Wahid dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah menjelaskan riwayat lain yang menyebutkan larangan berpuasa pada hari Tasyrik. Pertama, ia mengutip Imam Nawawi dalam al Minhaj Syarh Shahih,

“Hari-hari tasyrik adalah tiga hari setelah Iduladha. Hari tasyrik tersebut dimasukkan dalam hari raya. Hukum yang berlaku pada hari raya juga berlaku mayoritasnya pada hari Tasyrik, sehingga hari Tasyrik memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan kurban, yaitu diharamkannya puasa dan dianjurkannya bertakbir ketika itu.”

Dalam riwayat lain dikisahkan bahwa Abi Murrah Maula bersama Abdullah bin Amr datang kepada Amr bin Ash. Maka, disuguhkanlah kepada mereka berdua makanan. Amr bin Ash berkata, “Makanlah,” tetapi Abdullah bin Amr menjawab, “Aku sedang puasa,”.

Maka, Amr bin Ash berkata, “Makanlah, karena hari ini adalah hari di mana Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berbuka (makan) dan melarang dari berpuasa pada hari ini,”. Malik berkata, “(yang dimaksud) Itulah hari-hari Tasyrik,” (HR Abu Daud)

Mengingat istimewanya Hari Tasryik tersebut, maka kita harus memanfaatkan sebaik mungkin agar kita mendapatkan barakahnya.

Pertama kita gunakan untuk bersenang-senang, melakukan ibadah kurban dan tidak berpuasa. Bagi yang belum sempat menyembelih hewan kurban di hari raya Iduladha kemarin, masih ada kesempatan 3 hari ke depan untuk melakukan kurban, menyembelih kambing, menyembelih domba, sapi, ataupun kerbau.

Selanjutnya dagingnya dibikin makanan lezat untuk bersenang-senang bersama keluarga, dibagikan kepada saudara, tetangga dan fakir miskin agar mereka ikut merasakan nikmatnya daging di hari istimewa ini.

Baca Juga:  Peduli Abrasi, SDIU Fadlun Nafis Tanam Mangrove di Pantai Kropak Bondo

Kedua, gunakan waktu yang istimewa ini untuk tetap mengingat Allah dengan mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih seperti saat hari raya Iduladha kemarin.

Jika di hari raya Idulfitri dianjurkan bertakbir hanya sehari, tetapi di hari raya Iduladha dianjurkan bertakbir sampai selesai hari Tasyrik, yaitu 3 hari ke depan setelah hari raya Iduladha.

Hal ini bertujuan agar umat Islam syiar dengan lantunan kalimat-kalimat Allah, ini sebagai keistimewaan Hari Tasryik agar kita semakin mengingat dan bersyukur kepada Allah, sebagaimana firmanNya:

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

“Semoga kita bisa mengambil hikmah Hari Tasryik tahun ini, agar kita tergolong hamba Allah yang Shalih, Ikhlas, yang tetap taat kepadaNya dan akhirnya bahagia dunia akherat,” pungkas Ali Musyafak Kepala MTsN 1 Pati mengakhiri tulisannya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini