Foto: Pembeli Minyakita di salah satu toko sembako di Margorejo (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Warga Kabupaten Pati resah, lantaran harga bahan pokok tak kunjung turun di awal tahun 2026 ini.
Termasuk harga minyak goreng merk Minyakita yang disubsidi pemerintah, masih meroket.
Bahkan, untuk pasokan distribusi Minyakita di Pati juga cukup sulit, meskipun pemerintah telah menerbitkan aturan baru untuk menata distribusi.
Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, yakni dipatok seharga Rp15.700 per liter.
Namun sayangnya, harga MinyaKita terpantau selalu mahal di pasaran.
Kini rata-rata harganya bisa mencapai Rp18.000 hingga Rp18.500 per liter. Selain mahal, pasokannya pun menipis.
“Ini saya jual lagi biasanya ya Rp18.000 sampai Rp18.500. Barangnya juga langka, sulit. Seminggu kadang dapat sekali, ” ujar Novi salah satu pedagang yang usai kulakan MinyaKita di Toko Fatimah Margorejo, Pati pada Sabtu (3/1/2026).
Dengan kondisi seperti ini, ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah, supaya penjualan MinyaKita bisa sesuai HET dan mudah didapatkan.
Menipisnya stok MinyaKita di pasaran ini juga membuat pengecer langsung menyerbu agen distributor yang mendapatkan stok.
“Tahun 2026 Minyakita permintaannya masih banyak. Tapi ya harganya masih di atas HET kita jualnya. Belum bisa jual sesuai harga HET,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar