PATI – Mondes.co.id | Masyarakat Kabupaten Pati kembali dihadapkan dengan polemik Gas LPG 3 kilogram (gas melon) yang kembali langka pada awal Juni tahun 2024 ini.
Menurut Maroh (28) salah satu warga Kecamatan Margorejo, ia mengeluhkan hampir seminggu ini, dirinya susah mencari gas untuk keperluan sehari-hari.
Jika ada toko atau orang yang menjual, itu pun harganya tidak masuk akal yakni Rp35.000 per tabung gas. Hal ini sangat memberatkan dirinya sebagai ibu rumah tangga.
“Tadi pagi saya dapat harga Rp35.000 di pengecer, itu pun lokasinya sangat jauh. Ini sangat merepotkan kita,” ujarnya saat ditemui langsung, Kamis (6/6/2024).
Menanggapi hal itu, Kuswantoro Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati mengatakan, jika dari pangkalan gas 3 kilogram, distribusi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bahkan pihaknya mengaku, jika sering melakukan pengecekan rutin di pangkalan-pangkalan gas untuk memastikan pendistribusiannya.
“Rp35.000 itu pasti beli di toko/pengecer, kalau beli di pangkalan tentunya harga tidak segitu. Disdagperin telah melakukan pemantauan/pengawasan rutin ke pangkalan yang ada agar tidak terjadi kenaikan harga LPG yang sangat memberatkan konsumen,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar