PATI – Mondes.co.id | Sebanyak 10 orang anggota Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (Germapun), masih bertahan tinggal di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati menggunakan tenda, hingga hari ini, Kamis (13/2/2025).
Zainudin salah satu peserta aksi protes terkait sengketa lahan di Pundenrejo, Kecamatan Tayu, yang mendirikan tenda di depan kantor BPN Pati mengaku, ia akan tinggal di sana hingga adanya keadilan bagi para petani Pundenrejo.
“Kita tidak tahu akan tinggal di sini sampai kapan, selama belum ada keputusan dari Kepala BPN terkait keadilan bagi para petani, kita tetap tinggal di sini,” ujarnya langsung.
Dirinya mengaku nekat melakukan hal tersebut, lantaran Kepala BPN Pati hanya memberikan pernyataan secara lisan untuk tidak menyetujui permohonan PT Laju Perdana Indah (LPI) memperpanjang HGB pengelolaan lahan seluas 7,3 hektare.
Yang mana, hal tersebut masih menjadi ambigu bagi mereka, sehingga perlu ada pengawalan hingga ada putusan secara resmi dan sah di mata hukum.
“Kami tidak akan pulang sebelum ada keputusan secara resmi yang memihak kepada kami masyarakat petani Pundenrejo,” tegasnya.
Ia berharap, ikhtiar yang dilakukan semua anggota Germapun bisa membuahkan hasil, sehingga para petani bisa kembali menggunakan lahan yang diakuisisi tersebut untuk bercocok tanam.
“Semoga ada keadilan, tanah nenek moyang kami untuk bercocok tanam dan memberikan kehidupan bagi kita,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar