dirgahayu ri 80

Gerakan Pangan Murah Serentak di Pati, Harga Barang Terjangkau

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Agu 2025 13:08 0 78 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Gerakan Pangan Murah (GPM) berlangsung di Kabupaten Pati hari ini, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Kegiatan yang digelar di seluruh kantor kecamatan, dijalankan dengan sinergi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati.

Pelaksanaan GPM, barang pokok dijual dengan harga yang lebih murah dibanding harga di pasaran pada umumnya.

Komoditas beras seharga Rp57.000 per 5 kilogram, gula seharga Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng seharga Rp15.000 per liter.

Menurut Kepala Disketapang Kabupaten Pati, Wahyu Setyawati, GPM kali ini berlangsung serentak seluruh Indonesia.

Dengan adanya GPM, masyarakat sangat terbantu.

“Kegiatan GPM diselenggarakan mulai 30 Agustus 2025 serentak di seluruh Indonesia yang digagas oleh Kemendag RI, muaranya dari Menko Pangan (Menteri Koordinator Pangan). Selama ini yang sudah melaksanakan TNI/Polri, sedangkan dari Mendag RI dilaksanakan hari ini dan serentak seluruh Indonesia. Artinya biar masyarakat terbantukan,” ucapnya kepada Mondes.co.id usai meninjau berjalannya GPM di Kantor Kecamatan Pati Kota.

Menurutnya, harga barang pokok yang dijual pada GPM lebih murah, sehingga masyarakat menyerbu lokasi.

Beras maupun minyak yang menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat bisa diakses dengan ringan.

“Beras yang di pasar Rp14.000 per 1 kilogram, ketika di GPM harganya Rp57.000 itu per 5 kilogram. Kalau minyak goreng di pasar Rp17.500 per liter, kalau di GPM Rp15.000 per liter,” jelasnya.

Dalam pantauan, antusiasme masyarakat luar biasa.

BACA JUGA :  Jemaah Haji Pati Berangkat Pekan Depan

Wahyu pun mengatakan GPM memacu pertumbuhan ekonomi kuartal 2 di tahun 2025.

“Kemudian sekaligus untuk pertumbuhan ekonomi kuartal 2 di tahun 2025. Di setiap komoditi pada beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pokok) Rp57.000 per pack, Gula Manis Kita Rp17.500 per kilogram, dan MinyaKita Rp15.000 per liter,” sebutnya.

Sebagai informasi, setiap kecamatan diberikan pasokan beras SPHP sebanyak 400 pack, dan gula sebanyak 48 kilogram.

Kemudian, untuk minyak goreng 9 karton atau 108 liter.

Diharapkan, GPM ini mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sehingga fenomena ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkat daya beli yang meningkat di masyarakat.

“Harapan kami ketersediaan pangan semakin besar. Kemudian tentunya mendukung ketahanan pangan, ketika ketahanan pangan meningkat di masyarakat, otomatis daya beli meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini