Foto: Ilustrasi gambaran gempa di pesisir Kabupaten Pati (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya membenarkan adanya laporan gempa dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Ia menyatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah wilayah terdekat, khususnya kecamatan di pesisir utara Kabupaten Pati.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Camat Tayu dan Dukuhseti. Informasinya, gempa dengan Magnitudo 2,1 itu tidak terasa oleh masyarakat,” ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.
Meski tidak menimbulkan dampak maupun kepanikan, BPBD Kabupaten Pati memberikan imbauan, terutama yang berada di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta tetap tenang, namun sigap apabila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Jika terjadi gempa susulan, segera mengamankan diri dan mencari tempat perlindungan yang aman,” pesannya.
Terkait isu yang mengaitkan gempa ini dengan potensi megathrust, menurutnya tidak ada hubungan antara keduanya.
Dipastikan, lokasi gempa yang tercatat berada cukup jauh dari zona megathrust, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
Gempa dini hari tersebut tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Provinsi Jawa Tengah tetap memiliki potensi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang penting.
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar