SEMARANG – Mondes.co.id | Sejumlah mobil di halaman belakang Kantor Gubernur Jawa Tengah hangus terbakar.
Ini merupakan buntut aksi unjuk rasa di Kota Semarang pada Jumat (29/8/2025) malam.
Dalam insiden itu, terjadi perusakan mobil, fasilitas Kantor Gubernur, hingga pos penjagaan.
Menurut penuturan salah satu warga setempat yang juga ikut aksi, Haidar, mengatakan kegiatan demo tersebut berakhir hingga Sabtu (30/8/2025) pukul 02.00 WIB dini hari.
“Demo masih berlangsung, Bung. Demo sampai pagi jam 02.00 WIB. Mobil-mobil pada dibakar demonstran di Gubernuran, ngeri,” ucapnya ketika ditanya Mondes.co.id, pasca subuh.
Saksi mata dalam kejadian itu, Andi menjelaskan kronologi aksi yang berujung chaos itu.
Aksi mulai memanas pukul 19.48 WIB ketika massa datang dari arah gerbang bekalang Taman Indonesia Kaya.
Mereka melemparkan benda segala jenis apapun ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng.
“Suasana tegang, dan polisi terus menjaga keamanan di sekitar lokasi. Massa melempar dan membakar,” terangnya.
Peristiwa ini merupakan unjuk rasa mahasiswa, masyarakat sipil, dan para driver ojek online (ojol) di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah (Jateng) yang sempat berlangsung ricuh.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut total ada empat unit mobil yang terbakar.
Beberapa lainnya mengalami kerusakan, termasuk pecahnya kaca.
“Empat mobil dibakar oleh massa anarkis, dan tiga motor juga ikut terbakar. Selain itu, kantin di lokasi dan pos Satpol PP dirusak,” ungkapnya.
Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berhasil mengendalikan si jago merah sebelum meluas.
Hingga pagi ini, situasi kawasan Gubernuran sudah terkendali.
“Kami telah menguasai area ini, dan massa sudah mulai bubar,” sambungnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar