HAPPY NEW YEAR

Damkar Rembang Catat Penanganan Evakuasi Ular Paling Dominan

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 16:21 0 50 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang melalui Bidang Pemadam Kebakaran, merilis data capaian kinerja sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data statistik penanganan darurat, aksi evakuasi ular menempati urutan tertinggi dibandingkan dengan jenis operasi penyelamatan lainnya.

​Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Rembang, Erwin Rahadyan, mengungkapkan bahwa dari total 298 laporan kejadian yang ditangani, sebanyak 96 kejadian merupakan permintaan evakuasi ular di kawasan permukiman warga.

Secara akumulatif, tim berhasil mengevakuasi sedikitnya 170 ekor ular selama periode tersebut.

Erwin menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan sepanjang tahun 2025, menjadi faktor utama pemicu masuknya reptil tersebut ke area hunian.

​”Kondisi cuaca memengaruhi perilaku ular untuk mencari tempat yang lebih hangat. Area rumah yang memiliki banyak tumpukan barang, serta populasi tikus yang tinggi, menjadi daya tarik utama bagi ular untuk bersarang,” jelas Erwin, Selasa (20/1/2025).

Dalam menjalankan tugasnya, personel Damkar Rembang dipastikan telah memiliki keahlian dan prosedur standar operasi (SOP) penyelamatan yang aman.

Erwin menegaskan, komitmen pihaknya untuk tidak membunuh satwa yang telah dievakuasi.

​”Seluruh ular yang berhasil diamankan dikumpulkan di pos jaga. Setelah mencapai jumlah tertentu, kami berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk proses serah terima secara resmi melalui berita acara, guna dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman,” tambahnya.

Selain penanganan satwa liar, Tim Damkar juga aktif merespons berbagai laporan darurat non-kebakaran (animal rescue dan bantuan umum).

BACA JUGA :  Dari Sekolah ke Lapak Sate, Inspirasi Usaha Fais di Tengah Kesibukan sebagai Guru Honorer

Di antaranya, evakuasi tawon yang menempati urutan ketiga penanganan terbanyak di permukiman.

Selanjutnya bantuan darurat umum, menangani warga yang terjebak di dalam ruangan (kamar mandi), hingga kendala kunci kendaraan yang tertinggal di dalam mobil.

Data BPBD mencatat penanganan terbanyak kedua setelah evakuasi ular adalah pemadaman kebakaran pada kategori rumah, bangunan, dan lahan dengan total 73 misi sepanjang tahun 2025.

​Pemerintah Kabupaten Rembang melalui BPBD menegaskan bahwa layanan bantuan darurat tersedia selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center Damkar di nomor 0889 8353 1560.

​”Setiap permintaan bantuan dari masyarakat akan kami respons secara maksimal. Jika kendala di lapangan melampaui kapasitas teknis kami, tim akan tetap memberikan saran serta solusi alternatif terbaik bagi warga,” pungkas Erwin.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini