ramadan 2026

Cuaca Ekstrem Rusak Infrastruktur Sejumlah Kecamatan di Rembang

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 19:17 0 39 Supriyanto

RUSAK: Akses Sumber-Sulang, Rembang terganggu akibat longsor pada Senin 2 Maret 2026. (Mondes/Supriyanto)

REMBANG – Mondes.co.id | Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang pada Senin (2/3/2026) memicu kerusakan infrastruktur di berbagai titik. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah akses jalan antarkecamatan dan fasilitas umum dilaporkan mengalami longsor hingga ambrol akibat tergerus aliran air yang meluap.

 

​Kecamatan Sumber menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Akses vital yakni Jalan Sumber–Sulang dilaporkan mengalami longsor di beberapa titik. Material tanah yang labil tidak mampu menahan beban air hujan, sehingga sebagian badan jalan amblas dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas.

 

​Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bulu. Di Desa Mlatirejo, infrastruktur bahu jalan yang sebenarnya baru saja selesai dibangun harus rusak berat. Gorong-gorong yang berfungsi mengalirkan air justru longsor akibat debit air yang terlalu besar (tergerus air), menyisakan lubang menganga di sisi jalan.

 

​Tak berhenti di situ, kerusakan juga merambah ke Dusun Padas, Desa Jatihadi. Akibat hantaman banjir, bahu jalan di wilayah tersebut ambrol total. Hal ini menyebabkan penyempitan jalur yang cukup signifikan dan membahayakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

 

​Menurut keterangan warga, kerusakan jalan di wilayah Dusun Padas terjadi pada sore hari saat puncak hujan deras melanda. Abdul Jalil, warga Desa Kedungtulup yang sering melintasi jalur tersebut, menceritakan detik-detik sebelum bahu jalan itu ambrol.

BACA JUGA :  Seorang Peserta PPPK Rembang Meninggal, Pemkab Rencanakan Penambahan Formasi di Tahap 2

 

​”Saat kami melintas ke arah Kecamatan Sumber pukul 14.00 WIB, kondisi jalan masih utuh dan belum ada tanda-tanda ambrol. Namun, saat kami pulang menuju rumah sekitar pukul 16.00 WIB, bahu jalan sudah hilang (longsor). Diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan sedang deras-derasnya,” jelas Abdul Jalil kepada awak media.

 

​Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan peninjauan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

 

Mengingat intensitas hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, warga diimbau untuk ekstra waspad, terutama saat melintasi jalur Sumber–Sulang dan area perbatasan Bulu pada malam hari atau saat hujan turun,warga sekitar telah memasang tanda seadanya di titik longsor guna mencegah kecelakaan.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini