HAPPY NEW YEAR

Cuaca Ekstrem Picu Sederet Bencana di Rembang

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 17:24 0 65 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Rembang dalam sepekan terakhir, memicu sederet bencana hidrometeorologi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang melaporkan terjadinya tanah longsor, banjir akibat drainase buruk, hingga kerusakan infrastruktur jembatan di beberapa titik strategis.

Peristiwa tersebut terjadi selama 8-12 Januari 2026.

​Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan seluruh rangkaian kejadian kepada pimpinan daerah.

​“Saat ini, personel maupun peralatan kami dalam posisi siap siaga 24 jam penuh untuk mengantisipasi dampak susulan,” ujar Sri Jarwati dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

​Salah satu titik longsor yang mendapat perhatian serius berada di lingkungan Madrasah Nuraniah, Desa Glebeg.

Mengingat lokasi tersebut merupakan fasilitas pendidikan, Pemerintah Desa Glebeg bergerak cepat dengan merencanakan penanganan darurat.

Akan didanai melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) setempat.

​Pada hari ini, hambatan juga terjadi di Jalur Pantura wilayah Purworejo.

Tersumbatnya saluran drainase menyebabkan limpasan air meluap hingga ke badan jalan nasional.

Akibatnya, arus lalu lintas mengalami ketersendatan, tim teknis di lapangan terus berupaya melakukan normalisasi saluran agar genangan segera surut.

​Kondisi paling krusial dilaporkan terjadi di Dukuh Dukoh, Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori.

Sebuah jembatan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat longsor pada pagi hari ini.

​“Kami menerima laporan mengenai jembatan longsor di wilayah Kaliori, tepatnya Dukoh Wiroto, sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Tim reaksi cepat kami sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan awal agar akses warga tidak terputus total,” tambah Sri Jarwati.

BACA JUGA :  Warga Desa Geneng Kembalikan Fungsi Belik Growong sebagai Sumber Kehidupan

​BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai dan perbukitan.

Dukungan informasi dari media dan masyarakat sangat diharapkan, guna mempercepat proses evakuasi dan mitigasi di titik-titik rawan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini