HAPPY NEW YEAR

Bupati Hibahkan 5 Hektare Lahan untuk Pembangunan Hilirisasi Bulog di Rembang

waktu baca 4 menit
Kamis, 12 Feb 2026 13:25 0 320 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Angin segar berembus bagi sektor pertanian di Kabupaten Rembang.

Di tengah prosesi Panen Raya Padi Masa Tanam (MT) 1 di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kamis (12/2/2026), Bupati Rembang H. Harno, membawa kabar terobosan yang diprediksi akan mengubah peta kekuatan ekonomi petani lokal.

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara resmi mengumumkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk menghibahkan lahan seluas 5 hektare, guna pembangunan infrastruktur hilirisasi oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah atas anjloknya harga komoditas jagung yang tengah dikeluhkan para petani di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Gunem dan Desa Jukung Kecamatan Bulu.

Merespons kesiapan lahan tersebut, Pimpinan Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany, memaparkan rencana pembangunan fasilitas Silo berkapasitas 9.000 ton dan Corn Drying Center (CDC) atau sentra pengeringan jagung.

​Teknologi ini dirancang untuk menjaga kualitas Gabah Kering Giling (GKG) agar tetap segar saat diproses menjadi beras medium maupun premium.

Sementara, untuk komoditas jagung, keberadaan mesin pengering (dryer), menjadi kunci utama peningkatan nilai tukar petani.

​”Harga jagung di tingkat petani sering rendah karena kendala kadar air, apalagi saat musim hujan. Dengan fasilitas pengeringan ini, kadar air bisa diturunkan sesuai standar pemerintah. Jika kualitasnya terjaga, Bulog bisa menyerap jagung pipil kering dengan harga standar pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram,” jelas Meitha.

​​Terkait lokasi, Bupati Harno telah mengidentifikasi lahan milik Pemkab di area belakang Gedung Olahraga (GOR) Rembang, berdekatan dengan Kampus Undip, sebagai lokasi pembangunan.

BACA JUGA :  Menerka Strategi Politik Anggota DPRD Jepara Baru

Area tersebut memiliki luas total sekitar 15 hektare, sehingga sangat mencukupi kebutuhan minimal 5 hingga 7 hektare yang diminta Bulog.

​”Lokasinya strategis dengan aksesibilitas yang baik, bisa melalui Jalan Desa Kerep maupun jalur utama. Kami akan segera memproses administrasinya agar pembangunan fisik dapat dilaksanakan oleh Bulog pada tahun 2026 ini,” tambah Bupati.

Upaya ini juga sebagai respons atas anjloknya harga jagung di tingkat petani.

​”Kami menerima informasi bahwa harga jagung di Gunem dan Jukung turun drastis hingga Rp3.500. Karena Bulog memiliki program pembangunan hilirisasi, maka hasil panen petani harus kita tampung, simpan, dan kelola sendiri di Rembang. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Rembang menghibahkan tanah 5 hektare untuk Bulog agar mereka bisa segera hadir dan beroperasi di sini,” tegas Bupati Harno di hadapan para petani dan pejabat yang hadir.

​Kehadiran gudang dan fasilitas pengolahan Bulog di atas tanah hibah tersebut, diharapkan menjadi penyangga (buffer) saat stok melimpah.

Sehingga, harga di tingkat petani tetap stabil dan tidak dipermainkan oleh spekulan.

​Keresahan petani memang nyata dirasakan di lapangan.

Mengutip laporan sebelumnya, Dwi Harsono, seorang petani asal Desa Jukung, Kecamatan Bulu, mengeluhkan penurunan harga yang mencapai Rp900 per kilogram.

Melimpahnya stok di pasaran, membuat pembeli dan pihak gudang hanya mau menerima jagung dalam kondisi kering sempurna.

​Kondisi ini memaksa para petani yang memiliki modal lebih untuk melakukan proses pengeringan mandiri menggunakan mesin oven agar hasil panen mereka tetap laku terserap pasar.

Semangat para petani yang tetap tinggi di tengah anjloknya harga inilah yang memacu Bupati Harno untuk mempercepat proses birokrasi hibah lahan bagi Bulog.

​”Dalam waktu dekat, proses administrasi tanah untuk Bulog akan segera kami selesaikan. Harapan kami, Bulog bisa langsung membangun dan kehadirannya langsung dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat tani di Rembang,” pungkas Harno.

BACA JUGA :  Wacana Bentuk Bumdesma Garap Program MBG di Jepara, Akankah Disetujui?

​Selain fokus pada ketahanan pangan, Bupati Harno juga membeberkan progres investasi sosial pemerintah melalui hibah lahan seluas 6 hektare di Kecamatan Sulang.

Lahan tersebut kini tengah dikembangkan menjadi “Sekolah Rakyat”, sebuah institusi pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

​”Kemarin kami sudah menghibahkan 6 hektare untuk Sekolah Rakyat. Saat ini sudah tahap pembangunan dan Insya Allah pertengahan tahun ini sudah selesai. Siswa mulai tingkat SD hingga SMA akan diasramakan dan seluruh biayanya ditanggung oleh Kementerian Sosial. Ini adalah bentuk sinergi pusat dan daerah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tambahnya.

​Dengan adanya integrasi antara hilirisasi pangan melalui Bulog dan penguatan sumber daya manusia melalui Sekolah Rakyat, Kabupaten Rembang diharapkan mampu mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini