Foto: Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora (Mondes/Istimewa) BLORA – Mondes.co.id | Kabar gembira bagi petani tebu di Kabupaten Blora, Perum Bulog akhirnya merespons aspirasi para petani di wilayah ini.
Penyerapan aspirasi dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora, kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu langsung dengan tokoh masyarakat dan petani tebu di Kabupaten Blora.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat musyawarah tersebut, menggandeng berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat serta petani.
Dialog berjalan terbuka dengan tujuan mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
“Tadi pagi kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang selaku tokoh masyarakat. Sore ini kami sampaikan langsung kepada masyarakat petani tebu untuk memberikan kepastian,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bulog memastikan bahwa hasil panen tebu petani Blora yang akan berlangsung mulai bulan Mei 2026, akan diserap melalui PT GMM dengan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026.
Untuk itu, BULOG akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Direktur SGN dan Direktur PTPN.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa setelah proses penyerapan di PT GMM, Bulog akan bertanggung jawab dalam distribusi tebu ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah.
Hal ini guna menjaga kesinambungan rantai pasok dan mendukung stabilitas produksi gula nasional.
Di samping itu, Bulog juga akan melakukan perbaikan dan mereorganisasi manajemen PT GMM, guna meningkatkan kinerja perusahaan.
“Kami akan segera mereorganisasi manajemen PT GMM yang profesional,” tambah Ahmad Rizal.
Selain hal tersebut, sejalan dengan fokus pemerintah dalam pengembangan bioetanol berbahan baku jagung, singkong, dan tebu, PT GMM ke depan tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Namun, juga akan memanfaatkan tebu sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi etanol sebagai bagian dari diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah.
Direktur Utama Bulog juga menegaskan bahwa seluruh proses penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dengan mengedepankan asas manfaat bagi kedua belah pihak, di mana masyarakat diajak berdiskusi di dalam kawasan PT GMM.
Melalui kesepakatan ini, para petani yang bertemu langsung dengan Dirut Bulog merasa puas dan akhirnya pulang dengan tertib damai sambil melepas spanduk dan atribut.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar