Foto: Kondisi banjir di SLB Pati (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Kompleks Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Pati yang berada di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati tersapu banjir pada Jumat, 9 Januari 2026 malam.
Banjir akibat hujan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Pati dari kemarin sore hingga Sabtu, 10 Januari 2026 dini hari.
Terlihat, SLB Negeri Pati dan SLB Bina Citra mencekam, lantaran banjir menggenangi tempat belajar anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.
Informasi itu pun telah dikonfirmasi Kepala SLB Bina Citra, Achmadi Suyudi pagi ini.
“Satu kompleks (SLB Negeri Pati dan SLB Bina Citra) banjir. Kejadiannya itu tadi malam karena hujan dari Magrib sampai malam, terus air menggenang karena curah hujan lebat lingkungan sekitar sungai kena terjangan air dari luapan sungai,” urainya.
Akibat hujan lebat yang mengguyur, debit air pun tinggi hingga tak mampu ditampung oleh sungai setempat.
Alhasil, air meluber ke wilayah permukiman dan bangunan SLB yang berada tepat di timur aliran sungai.
“Kemudian, kanan-kiri itu yang banyak ditanami rumput gajah tak mampu menahan laju derasnya air, sehingga air dari sungai meluber ke bangunan SLB. Bahkan pagar kompleks SLB sepanjang 17 meter roboh,” sebutnya.
Menurutnya, banjir mulai menggenang pada pukul 20.00 WIB, dan puncaknya terjadi pada pukul 23.00 WIB.
Kondisi permukaan sekolah yang sebenarnya sudah ditinggikan tetap terendam banjir karena saking besarnya debit air yang datang.
“Lingkungan sekolah itu sudah tinggi dari lantai dasar, kalau halaman tadi malam puncaknya ketinggian sampai 75 sentimeter, terus masuk ke ruangan itu ketinggian hampir 20 sentimeter. Dua sekolah kena semua, di SLB Negeri ada 30 ruangan yang terendam banjir, sedangkan di SLB Bina Citra ada 16 ruangan yang terendam banjir,” paparnya.
Terdapat 46 ruangan di kompleks SLB tergenang banjir semalam.
“Kerusakan utama pagar karena tergerus air, akhirnya gak tahan tekanan air. Sempat ada bunyi gemuruh ternyata pagarnya runtuh, itu panjang 17 meter, sudah bangunan tembok roboh,” beber Achmadi.
Hingga berita ini dibuat, kondisi kompleks SLB masih dipenuhi sisa-sisa air bah dan material lumpur.
Lantaran sekolah beroperasi Senin sampai Jumat, sehingga pada hari Sabtu ini tidak ada aktivitas pembelajaran.
Pihak sekolah sedang berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Namun, sejauh ini belum ada respons untuk penanganan pasca banjir.
“Sekolah kami libur karena 5 hari kerja, sementara ini belum ada penanganan. Kami sudah koordinasi dengan desa, dengan BPBD tapi masih antre di tempat lain, jadi aktivitas sekolah sementara ini pasif karena banyak lumpur,” ungkapnya.
Sejauh ini, baru tenaga pendidik SLB yang membersihkan kondisi sekolah pasca banjir.
Meski begitu, pihaknya tetap menantikan kepastian bantuan dari otoritas setempat.
“Kami sementara baru mengimbau teman-teman kerja di sekolah untuk hari ini minimal hadir. Rencana kami mau kerja sama dengan BPBD, tapi belum bisa,” sambungnya.
Kejadian banjir yang melanda kompleks SLB Pati sudah tiga kali terjadi selama musim penghujan ini.
Namun, yang terparah terjadi semalam.
“Terjadi banjir tiga kali musim hujan ini. Beberapa bulan lalu banjir, kemudian Oktober banjir gak begitu besar. Kali ini memang lebih besar dari kemarin-kemarin, bahkan pagar sampai ambruk,” jelasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar