Foto: Forum komunikasi publik dalam rangka peningkatan kualitas kebijakan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda). (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Anggota Komisi DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Ali Wafa menggelar forum komunikasi publik dalam rangka peningkatan kualitas kebijakan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda).
Kegiatan yang berlangsung di Rembang ini berfokus pada implementasi Perda Jateng No. 4 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
Dalam keterangannya, Ali Wafa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting bagi legislatif untuk menjaring aspirasi langsung dari konstituen.
Masukan yang diperoleh dari tingkat bawah, nantinya akan menjadi bahan evaluasi strategis di ‘Gedung Berlian’ (DPRD Jawa Tengah).
Ali Wafa menyoroti bahwa ekspektasi masyarakat saat ini telah bergeser.
Rakyat tidak lagi sekadar menuntut pembangunan fisik atau alokasi anggaran, tetapi lebih mendambakan payung hukum atau kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka.
“Rakyat tidak semata-mata menginginkan anggaran atau pembangunan fisik. Mereka menginginkan kebijakan yang pro-rakyat. Kebijakan pemerintah seharusnya menjadi acuan utuh untuk menyejahterakan warga,” tegas Ali Wafa, kemarin.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal program pemerintah hingga periode masa jabatan berakhir pada tahun 2029, guna memastikan keberlanjutan pembangunan yang telah direncanakan.
Terkait aspirasi lokal, forum ini menyoroti polemik pendidikan yang berdampak pada eksistensi Madrasah Diniyah (Madin).
Ali Wafa mencatat adanya masukan mengenai penerapan sekolah 6 hari yang berpengaruh pada absensi siswa di Madin.
“Secara fisik, bangunan Madin di wilayah Rembang sudah sangat representatif. Namun, tantangan besarnya adalah masalah absensi. Hal ini yang akan kami dorong ke Pemerintah Provinsi agar ada solusi kebijakan yang tidak menggerus peran guru Madin,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Fraksi PPP, M. Lutfi Afifi, turut menyampaikan komitmennya terhadap sektor pertanian.
Ia mengonfirmasi bahwa usulan pembangunan embung di wilayah Kasreman telah diajukan sebagai langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur pengairan bagi petani setempat.
Melalui tema “Peran Pemuda dalam Mengawal Program Ketahanan Pangan”, kegiatan ini diharapkan mampu memantik semangat generasi muda Rembang untuk terlibat aktif dalam pengawasan regulasi daerah.
Sinergi antara kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat, diyakini menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di Jawa Tengah.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar