HAPPY NEW YEAR

Ahmad Luthfi Tinjau Banjir di Pati

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Jan 2026 19:37 0 38 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau banjir di Kabupaten Pati.

Ia pun membawakan bantuan untuk korban banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa, 13 Januari 2026.

Luthfi mengatakan, kedatangannya ini untuk memastikan warga yang terdampak banjir tertangani dengan baik.

“Kita memastikan masyarakat kita tetap kita openi. Jadi beberapa kebutuhan pokok kita salurkan, termasuk jangan sampai masyarakat kita nanti tidak bisa melakukan kegiatan aktivitas, terutama anak-anak sekolah mencari kebutuhan bahan pokok,” ungkapnya.

Sejumlah bantuan sembako disalurkan di desa yang langganan banjir ini. Namun, dirinya tak menjelaskan jumlah bantuan yang disalurkan untuk warga.

“Kita berikan bantuan yang nantinya kita salurkan lewat Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), dari PMI (Palang Merah Indonesia) dari Pemprov (Pemerintah Provinsi). Sehingga kehadiran kita, masyarakat kita tetap terjamin bahwa dampak ini bisa kita reduksi, masyarakat kita bisa melaksanakan kegiatan seperti mana biasa,” urainya.

Selain bantuan sembilan bahan pokok (sembako), pihaknya juga memberikan bantuan obat-obatan.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga memastikan kebutuhan warga yang terdampak banjir.

“Banyak, tadi sudah kita berikan ada bantuan langsung, kesehatan, bantuan pokok, sembako, termasuk kesehatan obat-obatan dari Pak Bupati dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) juga melakukan kegiatan yang sama,” terangnya.

Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Sudiman memaparkan bencana banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Silugonggo.

Apalagi, desanya dilalui sungai yang bermuara di Laut Jawa ini.

BACA JUGA :  Gelar Tes Urine Rutin, Lapas Pati Pastikan WBP Bersih Narkoba

“Air yang dari atas itu dari antara Gunungpanti, Godo, Sinomwidodo itu sangat deras sekali, sehingga itu menyebabkan banjir lumpur, sehingga Sungai Godo itu sedimennya sangat tinggi, jadi menyebabkan air itu mudah meluap,” kata dia.

Setidaknya, sebanyak 135 rumah di Desa Banjarsari terendam air, dengan korban yang terdampak 673 jiwa.

“Kedalaman air rata-rata 30-40 sentimeter di dalam rumahnya. Dan kami sebagai kepala desa sudah antisipasi menaikkan jalan mulai dari 70 sampai 80 sentimeter, tapi karena curah hujannya sangat tinggi, sehingga air meluap dan masuk ke perkampungan Desa Banjirsari ini,” tandasnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini