Dishub Paparkan Mekanisme Parkir Non Tunai di Pati

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 17:16 0 45 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Demi mewujudkan pengelolaan retribusi untuk pendapatan daerah secara transparan dan akuntabel, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati menerapkan parkir non tunai atau e-parkir.

BHAYANGKARA 80

Titik pilot project parkir non tunai sudah berlaku di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati hingga tepi jalan umum Jalan Panglima Sudirman.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kabupaten Pati, Nita Agustiningtyas, menerangkan jika parkir non tunai sudah mulai berjalan.

Namun, masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan, agar masyarakat ikut serta mendukung program tersebut.

Di era digital saat ini, ia menilai masyarakat akan semakin dimudahkan jika parkir non tunai berlaku.

“Penerapan retribusi parkir secara non tunai harapannya memudahkan masyarakat di era digital, karena sudah menjadi bagian budaya perilaku masyarakat. Parkir non tunai ini akan langsung masuk ke kas daerah, sehingga pengelolaan uang retribusi lebih transparan, akuntabel, dan lebih dipertanggungjawabkan,” ungkapnya saat diwawancarai Mondes.co.id di kantor, Sabtu, 4 Juli 2026.

Mekanismenya diatur simpel, sehingga bukan hanya memudahkan bagi pengguna jasa parkir saja, tetapi juga memudahkan juru parkir (jukir) yang bertugas.

Pengguna jasa layanan cukup memindai barcode saja, saldo tarif parkir pun terbayar dengan masuk ke kas daerah melalui Bank Jawa Tengah (Jateng).

“Jadi parkir non tunai ada di dalam peraturan di Perda (peraturan daerah) harus ada transaksi elektronik. Kami mendukung pemerintah untik menuju cashless dan itu pun nanti e-parkir retribusinya langsung masuk ke kas daerah,” ujar Nita.

BACA JUGA :  Pembangunan Insfrastruktur Jalan di Rembang Jadi Fokus Utama

Kendati demikian, para jukir sempat khawatir tak mampu menerapkannya, padahal penerapan parkir non tunai tanpa ada aplikasi lain yang rumit.

Ia yakin Sumber Daya Manusia (SDM) akan berangsur adaptasi ketika terobosan ini diterapkan.

“SDM ketika ada perubahan agak menghadapi tantangan juga. Saat ada bimtek (bimbingan teknis) dari Bank Jateng ada beberapa yang kesulitan, padahal mereka (jukir) cukup menunjukkan QRIS,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya masih menjalankan skema parkir non tunai secara bertahap, khususnya tepi jalan umum.

Berbeda dengan area pelayanan publik yang sudah beralih ke parkir non tunai, seperti pusat perbelanjaan maupun fasilitas kesehatan (Faskes).

“Mungkin kawasan jalan umum baru bertahap, kecuali kalau mall, rumah sakit, mereka diharuskan bisa parkir non tunai, Kalau di tepi jalan umum masyarakat masih ada opsi pilihan tunai dan non tunai,” katanya.

Sempat ada tawaran dari pihak rekanan dalam men-support parkir non tunai di Kabupaten Pati.

Yakni dengan pengadaan smartphone bagi jukir agar memudahkan mereka bekerja.

“Sebisa mungkin pemerintah meminimalisir kesulitan jukir, jadi mereka menyelesaikan tugasnya dengan tidak terbebani untuk upload, karena proses digitalisasi secara menyeluruh. Ada juga rekanan yang akan membekali jukir dengan smartphone untuk meng-capture nopol (nomor polisi) dan lain-lain, tawaran vendor tersebut masih kami diskusikan,” tuturnya.

Perlu diketahui, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengusulkan adanya reward bagi pengguna jasa parkir non tunai.

Hal ini menjadi pantikan masyarakat untuk tertarik mendukung penerapan parkir non tunai di Kabupaten Pati.

“Plt Bupati mengusulkan adanya stimulan supaya ada daya tarik bagi masyarakat untuk membayar parkir secara non tunai. Ada reward buat masyarakat nanti ketika beralih non tunai,” tuturnya.

BACA JUGA :  Dua Truk Tonase Terlibat Tabrakan di Juwana, Bengkel Kena Hantam

Usulan tersebut akan disampaikan kepada Bank Jateng selaku mitra kerja dalam penerapan parkir non tunai ini.

Dengan begitu, masyarakat bisa tertib dan terbiasa dalam membayar parkir secara non tunai.

Selama berjalannya uji coba parkir non tunai, ada evaluasi yang ditindaklanjuti.

Pihaknya juga akan melakukan survei untuk menentukan titik tepi jalan umum yang potensial untuk layanan parkir non tunai.

Pilot project ini minimal berjalan dulu tiga bulan atau sampai akhir tahun. Penambahan titik baru, kita nunggu evaluasi, survei lagi, ada kendala apa. Yang perlu ditingkatkan apa, baru kita secara bertahap menambah titik lokasi, sebelum nanti semua tempat memungkinkan pembayaran non tunai,” ucap Nita.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini