Petani Pati Selatan Resah dengan Serangan Monyet

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 09:49 0 66 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Para petani di wilayah Kabupaten Pati bagian Selatan mengeluhkan serangan gerombolan kera yang merusak tanaman di lahan mereka.

Tanaman jagung, ketela, jambu, hingga komoditas lainnya milik petani rusak akibat diserbu kawanan kera liar.

Warsiti, salah satu tokoh petani dari Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, membenarkan kondisi tersebut setelah menerima laporan langsung dari warga.

“Petani yang menggarap hutan sosial di wilayah Pati Selatan banyak yang menanam jambu atau jagung, tapi diserang hama kera,” terangnya, kemarin.

Menurut Warsiti, kera merupakan satwa yang dilindungi Undang-Undang (UU).

Namun, populasi yang berlebihan kini justru meresahkan warga.

“Kera memang binatang yang harus dilindungi, tapi ini sudah meresahkan petani, karena komunitas kera terlalu banyak,” ujarnya.

Ia menyebut, sebaran kera paling banyak ditemukan di Desa Sinomwidodo, Desa Larangan, hingga Desa Pakis.

Gerombolan kera itu menyerang lahan pertanian secara berkelompok pada siang hari.

Mereka melahap tanaman petani dalam waktu singkat.

“Sesuai laporan warga, kera-kera ini menyerang siang hari, dan mereka datang secara bergerombol,” jelas perempuan yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati daerah pemilihan (dapil) V.

Warsiti menegaskan, serangan tahun ini jauh lebih masif dibanding sebelumnya.

Jika dulu hanya satu atau dua ekor, kini kera datang puluhan ekor sekaligus.

“Serangan kera baru terjadi kali ini. Kalau dulu memang sudah ada, tapi cuma 1 sampai 2 ekor. Kalau sekarang kera menyerang tanaman petani secara bergerombol,” ungkapnya.

BACA JUGA :  BUMD Pati Belum Setor Bagi Hasil ke Daerah

Para petani kini diliputi keresahan.

Mereka khawatir gagal panen dan mengalami kerugian besar jika serangan terus berulang.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini