Recehan Bubur Keliling Antarkan Pasangan Lansia Jepara Naik Haji

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 16:13 0 33 Dian A.

JEPARA- Mondes.co.id | Rencana Tuhan selalu indah bagi hamba-Nya yang mau berusaha dan bersabar.

Hal ini dibuktikan oleh Kusrin (73) dan Karmi (68), pasangan lanjut usia (lansia) asal Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Impian besar mereka untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud setelah menabung dengan penuh ketekunan selama 18 tahun.

Bukan dari harta yang melimpah, biaya ke Tanah Suci itu dikumpulkan keping demi keping dari hasil berjualan bubur jagung keliling dan beternak sapi di kampung halaman mereka.

Perjalanan spiritual Kusrin dan Karmi tidaklah instan.

Setiap sore hingga menjelang azan Magrib, Karmi tak pernah lelah menyusuri jalanan desa dengan berjalan kaki.

Di punggungnya, tergendong dunak (wadah besar dari anyaman bambu) khas pedesaan yang berisi bubur jagung dan aneka lauk pauk.

Keuntungan yang didapat mungkin tak seberapa.

Sebungkus bubur jagung ia jual seharga Rp2.000, sementara aneka lauk pauk dibanderol sangat murah, mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000.

Namun, dari rupiah demi rupiah itulah, Karmi konsisten menyisihkan pendapatannya demi satu cita-cita mulia, yakni melihat Kakbah secara langsung.

Uang hasil keringat berjualan bubur itu tidak hanya disimpan.

Kusrin sang suami, yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan peternak, memutar tabungan tersebut dengan cerdik.

Sedikit demi sedikit, uang dari jualan istrinya dibelikan hewan ternak, mulai dari ayam, kambing, hingga sapi.

Kusrin merawat hewan-hewan tersebut dengan telaten.

Setelah ternaknya besar dan harganya naik, ia kembali menjualnya.

BACA JUGA :  Proses Pengerjaan Jalan Sukolilo-Prawoto Ditarget Rampung 4 Bulan

Hasil penjualan itulah yang kemudian dikumpulkan secara utuh sebagai modal pendaftaran haji.

Puncak perjuangan mereka terjadi pada tahun 2019 silam.

Pasangan tangguh ini akhirnya memanen jerih payah mereka dengan menjual dua ekor sapi peliharaan yang bernilai puluhan juta rupiah.

Uang tersebut langsung disetorkan untuk mendaftar haji secara resmi.

Penantian panjang nan berliku itu akhirnya berbuah manis di musim haji 2026.

Kusrin dan Karmi mendapat panggilan keberangkatan melalui program prioritas lansia.

Keduanya tergabung ke dalam kelompok terbang (kloter) 38.

“Alhamdulillah, seluruh persiapan telah rampung. Semoga kami diberikan kelancaran melaksanakan ibadah haji,” kata Kusrin.

Pasangan ini telah diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Jepara menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Keesokan harinya, mereka dijadwalkan terbang melintasi benua menuju Arab Saudi.

Kisah Kusrin dan Karmi menjadi pengingat yang indah bahwa kerja keras, kesabaran, dan niat yang tulus tak akan pernah mengkhianati hasil.

Dari pikulan dunak bubur keliling di pelosok Bategede, langkah mereka kini mantap dan diangkat derajatnya untuk menjadi Tamu Allah di Tanah Suci.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini