Iran Tegaskan Tolak Program Project Freedom di Selat Hormuz 

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 14:07 0 37 Redaksi

Teheran – Mondes.co.id | Iran secara tegas menolak program Project Freedom di Selat Hormuz yang direncanakan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Beritasatu.com, program Project Freedom di Selat Hormuz berpotensi melanggar kesepakatan gencatan senjata yang belakangan dijalankan Washington dan Teheran.

Mengutip Anadolu Agency, Senin (4/5/2026), Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, menegaskan campur tangan Washington dalam pengelolaan rezim maritim baru di Selat Hormuz merupakan bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Azizi dengan tegas menolak gagasan yang diusulkan Washington melalui Project Freedom.

Program yang dirancang sebagai upaya AS untuk membimbing kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dengan aman dari perairan strategis yang kini dikuasai Iran tersebut.

Ia juga menolak anggapan jalur perairan strategis tersebut dapat dikendalikan oleh Washington.

Menurut Azizi, Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan dikelola berdasarkan keinginan Presiden AS Donald Trump.

“Tidak ada yang akan percaya skenario saling menyalahkan!” tulis Azizi melalui akun X resminya.

Pernyataan Azizi muncul setelah Washington mengumumkan peluncuran Project Freedom pada Minggu (3/5/2026) waktu setempat.

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyebut program tersebut sebagai langkah kemanusiaan untuk membantu negara-negara netral yang terdampak konflik di Timur Tengah.

“Negara-negara netral dan tidak bersalah telah terpengaruh oleh perang Iran, dan kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan membimbing kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” kata Trump, dilansir dari AP, Senin (4/5/2026).

BACA JUGA :  Terbakar Cemburu, Pria Asal Rembang Nekat Tusuk Mata Korban Hingga Buta

Trump menegaskan tujuan program tersebut bentuk kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz yang kini dianggap berbahaya.

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan AS, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami (AS) akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini,” tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, Trump belum memerinci secara jelas bagaimana mekanisme pelaksanaan operasi Project Freedom.

Program tersebut diprediksi dapat membantu ratusan kapal beserta sekitar 20.000 pelaut yang masih terjebak di jalur pelayaran vital bagi distribusi energi global terutama minyak dunia tersebut.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini