Foto: Pelaku UMKM Pati CFD Pati yang tampil anggun dalam balutan kebaya (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Menyambut Peringatan Hari Kartini 2026, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta berbagai komunitas mengenakan pakaian adat tradisional pada Car Free Day (CFD) yang berlangsung kemarin.
Sebagi informasi, CFD ini berlangsung di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, dan Alun-alun Simpang Lima Pati.
Nampak masyarakat menikmati CFD dengan tema kearifan lokal.
Para penjual yang terdiri dari bapak-bapak berjualan mengenakan batik, sedangkan ibu-ibu mengenakan kebaya.
Mereka menjajakan dagangannya dengan penuh senyum ramah.
Salah satunya Agnes dan rekan-rekan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kabupaten Pati yang ikut memeriahkan CFD dengan tampil anggun nan cantik.
Mereka membuka stan dengan berjualan aneka kuliner tradisional.
“Kami dari WKRI Cabang Pati setiap ada CFD menyiapkan lapak dengan berjualan nasi pedo, kolak, jus, siomai, bakso, kunyit asem, beras kencur, dan swike entok. Harga mulai dari Rp4 ribu sampai Rp23 ribu,” jelasnnya saat diwawancarai Mondes.co.id.
Hal yang sama dirasakan Eko Purnomo, seorang penjual jajanan tradisional yang juga antusias dengan pakaian adat yang ia kenakan.
Sambil menyajikan kue apem dan pukis, ia tampak nyentrik dengan pakaian tradisional lurik.
“Hari ini pakai batik Jawa, sebelume biasa saja pakai seragam CFD. Ini dalam rangka menyambut Hari Ibu Kita Kartini,” terangnya.
Selain itu, wirausahawan muda pun turut mengenakan pakaian adat.

Barista muda, Esther mengajak para pengunjung CFD untuk mampir di kedainya yang berada di Jalan Pemuda.
“Pakai pakaian kebaya karena ada edaran dari pemerintah untuk mengenakan pakaian adat di CFD hari ini,” ucapnya sambil meracik kopi.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar