Foto; Suasana TPA Sukoharjo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati berencana memanfaatkan potensi tingginya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pihaknya berencana akan menindaklanjuti program usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dalam mengolah sampah menjadi pembangkit tenaga listrik.
Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, mengungkapkan perlu ada 1.000 ton sampah per hari untuk bisa diolah menjadi pembangkit tenaga listrik.
Namun demikian, volume sampah di Bumi Mina Tani baru 250 ton per hari saja, sehingga belum mencukupi.
“Kemarin kita menangkap ada peluang untuk energi listrik, salah satunya dengan memanfaatkan sampah minimal diolah 1.000 ton per hari bisa disuplai agar pembangkit listrik tenaga sampah berjalan. Untuk itu Kabupaten Pati baru 250 ton per hari,” sebutnya kepada awak media, beberapa hari yang lalu.
Menurutnya, volume sampah di Kabupaten Pati belum memenuhi standar untuk bisa diolah menjadi energi listrik.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berkolaborasi dengan Pemkab Kudus, Pemkab Rembang, dan Pemkab Grobogan.
“Masih jauh dari angka tersebut, sehingga ada komunikasi. Yang kemarin difasilitasi Pemprov Jateng, dikomunikasikan dengan Pemkab sekitar ada Kudus, Rembang, dan Grobogan yang ditotal hampir 1.000 ton,” papar Tulus.
Pekan depan, Pemkab Pati akan dipertemukan oleh Pemprov Jateng bersama dengan Pemkab Kudus, Rembang, dan Grobogan untuk membahas pengelolaan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar