Kuliner Unik Pati, Lapak Jadul Seniman Lokal Jajakan Menu Tradisional

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 13:26 0 55 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Di Kabupaten Pati ada tempat kuliner unik yang menjajakan aneka masakan jaman dulu (jadul).

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Tentunya, sajian kuliner yang disajikan khas Kabupaten Pati, utamanya yang sering ditemukan di pedesaan.

Nama tempat kuliner itu ialah Lapak Jadul Mak’e.

Di lapak tersebut menyediakan menu tradisional seperti nasi jagung, sayur lompong, bothok yuyu, bothok udang kali, kunyit asem, pepes ikan wader, dan teh telang.

ketua pgri

Diketahui, lapak ini berada di Alun-alun Kembangjoyo Pati.

Lapak Jadul Mak’e merupakan usaha dari sejumlah seniman Bumi Mina Tani.

Di antaranya, Ratna Septi Anggrahenie alias Emak Bathok asal Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo.

Kemudian, Endang Sriasih alias Emak Susur asal Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen.

Serta, Triyono alias Lik Kribo asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

Mereka bertiga adalah seniman senior di Kabupaten Pati yang berniat mempopulerkan kuliner lezat yang jarang diketahui orang zaman sekarang.

“Konsep kami mengangkat kuliner jadul di Pati seperti brabuk (nasi jagung) dengan pelengkapnya sayur lompong, pokak, lauknya ada bothok yuyu, udang kali, pepes wader kali kita bawa ke sini untuk meramaikan menu kita. Ke depan makanan yang hampir punah dari Pati seperti tahu telur, ayam, kodok,” ungkap penjual lapak jadul, Ratna Septi Anggrahenie kepada awak media, Sabtu, 4 April 2026.

Harga aneka menunya murah, mulai dari Rp3.000 sampai Rp5.000.

Lapak ini buka setiap Senin, Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

BACA JUGA :  Diskominfo Jepara Tekan Pentingnya Penguasaan Informasi Geospasial untuk Perangkat Daerah

Ia bersama dua rekannya sebenarnya sudah familiar di mata masyarakat Kabupaten Pati, apalagi tiap gelaran Car Free Day (CFD), jualan makanannya selalu ludes diborong pembeli.

Saat berjualan, mereka mengenakan pakaian adat tradisional, serta mengenalkan kesenian yang menjadi karya mereka.

Dalam mengajak masyarakat, para seniman senior ini menarik perhatian sembari bernyanyi.

Sebagai upaya solidaritas kepada Pedangan Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Kembangjoyo yang sepi pembeli, maka Emak Bathok dan kawan-kawan berinisiatif meramaikannya sudah sepekan terakhir bersama Emak Susur dan Lik Kribo.

“Udah seminggu jualan di sini, bahkan sejak hari pertama dagangan yang penuh langsung habis. Kami digandeng sebagai pelaku kesenian untuk meramaikan lapak UMKM di Alun-alun Kembangjoyo,” ujarnya.

Ratna juga membagikan kegiatan jualannya di media sosial (medsos).

Cara ini untuk mempromosikan kearifan lokal Kabupaten Pati di kalangan yang lebih luas.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini