Kasus Campak di Pati Tembus Puluhan, Dinkes Imbau Vaksin Lengkap pada Anak

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 16:21 0 35 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan adanya 20 kasus campak yang terdeteksi hingga 1 April 2026.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Meskipun jumlah kasus mencapai puluhan, pihak berwenang memastikan kondisi para pasien saat ini telah berangsur membaik, berkat penanganan medis yang cepat.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, mengungkapkan bahwa persebaran kasus awalnya ditemukan di wilayah Sukolilo, Tayu, dan Tambakromo.

Namun, berdasarkan data terbaru, lonjakan kasus signifikan terjadi di wilayah Kecamatan Margorejo, terutama di Desa Jambean Kidul dan Desa Margorejo.

ketua pgri

“Margorejo yang terbanyak kasusnya. Dari 20 pasien tersebut, sebagian sempat menjalani rawat inap, sementara sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan ketat dari tenaga kesehatan,” ujar Salis, Kamis (2/4/2026).

Terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Salis menjelaskan bahwa dalam terminologi kesehatan, status KLB ditetapkan jika ditemukan minimal dua kasus serupa dalam satu lingkungan epidemiologi yang sama, seperti dalam satu keluarga atau sekolah.

“Tolong jangan dibesar-besarkan (narasinya), tapi ini tetap menjadi peringatan bagi masyarakat. Campak adalah penyakit berbahaya. Kami mengimbau orang tua untuk memastikan putra-putrinya sudah mendapatkan vaksinasi lengkap,” tegasnya.

Mayoritas penderita campak di Pati adalah anak usia balita dan anak-anak, meskipun ditemukan satu kasus pada pasien berusia 24 tahun.

Salis memaparkan gejala awal campak menyerupai flu, seperti demam dan nyeri seluruh tubuh.

Kemudian, diikuti munculnya bintik merah khas mulai dari belakang telinga hingga menyebar ke seluruh tubuh.

BACA JUGA :  Tak Setorkan LHKPN, Caleg Terpilih Terancam Tidak Dilantik

Dinkes Kabupaten Pati menduga kenaikan kasus ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga selama musim Lebaran lalu.

Sebagai langkah antisipasi, Salis menekankan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menghindari pusat keramaian bagi anak-anak.

“Segera periksakan ke Puskesmas, rumah sakit, atau Integrasi Layanan Primer (ILP) terdekat jika ditemukan gejala bintik merah. Kami juga sedang mengkaji rencana vaksinasi massal di wilayah-wilayah yang terdampak cukup parah, terutama di wilayah kerja Puskesmas Margorejo,” tutup Salis.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini