Foto: Perbaikan sementara Alun-alun Rembang (Mondes/Istimewa) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) secara resmi memulai pengerjaan perbaikan sementara di sejumlah titik strategis kawasan Alun-alun Rembang.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk menjaga standar kebersihan, kerapian, serta kenyamanan masyarakat di ruang publik tersebut.
Prioritas pengerjaan saat ini difokuskan pada sisi timur alun-alun yang mengalami kerusakan infrastruktur cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan meliputi permukaan lantai yang mulai hancur, serta intrusi akar pohon peneduh yang merusak struktur trotoar.
Kepala DPUTARU Kabupaten Rembang, Maryosa, menjelaskan bahwa langkah intervensi ini bersifat perawatan rutin (maintenance), sembari menunggu rencana besar revitalisasi kawasan secara permanen.
“Saat ini kami memfokuskan pada perawatan sementara, terutama di sisi timur yang kondisinya banyak mengalami pecah-pecah dan terkendala akar pohon yang menyembul ke permukaan. Bagian-bagian tersebut kami perbaiki terlebih dahulu agar fungsi aksesibilitas tetap terjaga,” ujar Maryosa dalam keterangannya, kemarin.
Teknis perbaikan mencakup penambalan pada bagian lantai yang berlubang, penataan ulang elemen vegetasi, hingga pemangkasan dahan pohon guna menciptakan kesan kawasan yang lebih terbuka dan tidak kumuh.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang memanfaatkan alun-alun untuk aktivitas sosial maupun olahraga.
“Target kami adalah menghilangkan kesan kumuh. Bagian yang rusak ditambal dan vegetasi dirapikan kembali agar estetika kota tetap terjaga,” tambahnya.
Disinggung mengenai rencana jangka panjang, Maryosa mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang sebenarnya telah merampungkan Detailed Engineering Design (DED) atau desain teknis penataan ulang kawasan alun-alun secara total.
Kendati demikian, implementasi fisik dari desain tersebut masih menyesuaikan dengan ketersediaan dan kesiapan anggaran daerah.
“Cetak biru penataan secara menyeluruh sudah siap. Ke depannya, seluruh material dan tata letak akan diganti sesuai dengan desain baru yang lebih modern dan terintegrasi,” jelasnya lebih lanjut.
Untuk sementara waktu, Pemkab Rembang berkomitmen memprioritaskan perbaikan darurat agar alun-alun tetap berfungsi optimal sebagai jantung kegiatan masyarakat.
Maryosa menegaskan bahwa pengerjaan ini harus diselesaikan dalam waktu singkat guna meminimalisir gangguan aktivitas warga.
“Terkait kebutuhan total anggaran untuk penataan menyeluruh, akan kami hitung kembali sesuai perkembangan ke depan. Prinsipnya, yang mendesak kita tangani sekarang agar pelayanan publik tidak terganggu,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar