Foto; Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembangjoyo Pati, Thukul (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kondisi Alun-alun Kembangjoyo Pati dikeluhkan para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Mereka yang dulunya sempat direlokasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dari Alun-alun Simpang Lima Pati, kini merasa sepi pembeli.
Thukul selaku Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembangjoyo Pati, mengaku kecewa.
Lantaran, di balik relokasi yang berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), tidak konsisten dijalankan.
Terlebih, masih banyak PKL yang tak tergabung paguyuban berjualan di kawasan zona merah.
“Kebijakan Pemda untuk tempat relokasi kurang begitu optimal, bahkan seolah-olah setengah-setengah. Kekecewaan kami Perda dilanggar sendiri. Selama penanganan relokasi di Kembangjoyo tidak maksimal, kasihan teman-teman yang taat aturan,” ujarnya kepada awak media, Rabu, 1 April 2026.
Saking sepinya pelanggan, banyak PKL meninggalkan lapaknya.
Dari 490 PKL, saat ini tinggal 25 PKL yang bertahan di alun-alun kawasan Kelurahan Kalidoro itu.
Beberapa dari mereka yang sudah meninggalkan lapaknya, memilih jualan di tempat lain.
Mereka juga ada yang memilih tak lagi berjualan karena tak punya modal usaha.
“Sekitar 25 pedagang , dari 490 lapak, kalau total keseluruhan kami (Paguyuban PKL Kabupaten Pati) ada 425 orang. Dari 25 itu agak sulit, dan ditambah kalau memang cuaca penghujan itu rekan-rekan banyak yang enggan karena kondisi lapangan lokasi tergenang air, jadi mohon maaf, pengunjung ogah datang,” kata Thukul dalam ekspresi sedihnya.
Kondisi sarana dan prasarana yang buruk, juga disayangkan pedagang maupun pengunjung.
Mereka mengeluhkan minimnya fasilitas dan buruknya drainase, meski sebetulnya ia menilai lokasi tersebut telah strategis.
“Sebetulnya lokasi ini bagus kalau dikelola dengan benar dan baik. Harapannya supaya Pemda (Pemerintah Daerah) segera membenahi Alun-alun Kembangjoyo, karena saya kira penerangan kurang memadai kalau malam kurang terang sehingga gelap,” tuturnya.
Perlu diketahui, PKL yang menempati Alun-alun Kembangjoyo sudah berada di lokasi tersebut sejak 2022.
Mereka sebelumnya berjualan selama puluhan tahun di Alun-alun Simpang Lima Pati.
Akan tetapi, pada 2019 mereka direlokasi ke Tempat Pemotongan Kayu (TPK) milik Perum Perhutani Pati, sebelum akhirnya mereka kembali dipindahkan ke Alun-alun Kembangjoyo.
“Pada 2021 dibuatkan di sini, kalau dipindahkannya dari Alun-alun Simpang Lima setelah Pemilu (Pemilihan Umum) 2019. Beberapa lapak kosong karena berjualan di tempat lain, ada juga yang sementara standby di rumah karena tidak punya modal,” urainya.
Terpantau, ada beberapa pelaku usaha, mulai dari penjual makanan dan minuman, pelaku usaha wahana permainan, dan persewaan kendaraan mini.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar